SURABAYA | duta.co – Emil Dardak menegaskan bahwa kekayaan Indonesia khususnya Jawa Timur adalah terletak pada sumber daya manusianya. Hal itu ia ungkapkan ketika ditanya soal revolusi industri ke-4 melalui telepon, Rabu (16/05/2018).

Alumni University of Oxford ini menjelaskan secara detail bahwa saat ini tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah era revolusi industri ke-4. Revolusi industri pertama adalah era tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Revolusi industri ke-2, tenaga listrik yang kemudian muncul pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang.

Revolusi industri ke-3 ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet. Revolusi industri generasi ke-4 ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Revolusi indutri ke-4 menurut doktor termuda Jepang ini harus direspon secara dan cepat karena sejarah telah mencatat revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.

”Oleh karena itu persaingan Indonesia semakin ketat dan berat, kita tidak bisa hanya mengatakan sekedar gemah ripah loh jinawi, negara kita kaya, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, kita harus mengubah paradigma itu bahwa kekayaan terbesar bangsa Indonesia bukan hanya sumberdaya alam namun juga sumber daya manusianya,” tegas suami Arumi Bachsin ini.

Emil juga menambahkan ke depan Indonesia harus bergeser dari negara ekonomi berbasis sumber daya alam ke negara berbasis ilmu pengetahuan. Pendidikan menjadi sangat penting, karena pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. (zal)

Tinggalkan Balasan