JAKARTA | duta.co – Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) benar-benar menjadi pasal karet karena multi tafsir. Lebih mengerikan lagi, UU ITE bisa dijadikan alat penguasa untuk memberangus lawan politik.

Vonis pengadilan memang terasa sangat ganjil. Ahmad Dhani yang kini mendekam di Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Selatan itu, diyakini korban dari pasal karet tersebut. Bayangkan, hakim menjatuhkan vonis dan memerintahkan langsung ditahan.

“JPU saja sampe bingung,” kenang Ahmad Dhani Presiden Republik Cinta itu, Kamis (31/1/2019) saat dikunjungi Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

Lalu, jelas Dhani, ketika saya tiba di rutan Cipinang, ternyata petugas rutan juga bingung, tidak ada atau belum ada suratnya.

“Padahal, biasanya, setiap orang yang dikirim ke rutan adalah tahanan yang sudah ditahan di polisi atau kejaksaan. Untuk itu, begitu vonis dijatuhkan hakim mempersiapkan segalanya termasuk surat-surat itu,” katanya lagi.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno tak kuasa menahan haru dengan cerita itu. Ia pun berjanji merevisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika berhasil memenangkan Pilpres 2019 bersama Capres Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Sandi usai menjenguk Dhani, Kamis (31/1). Sandi datang didampingi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Ini membuat kami semakin yakin bahwa di bawah pemerintahan Prabowo-Sandi kita akan revisi Undang-undang ITE yang banyak mengandung pasal-pasal karet dan akhirnya masuk ke ranah abu-abu,” tambah Sandi.

Dia menilai, Undang-undang ITE rentan disalahgunakan untuk mengincar orang-orang yang tidak disukai dan melindungi orang-orang yang masih dalam satu barisan.

“Rentan diinterpretasikan hukum itu digunakan untuk memukul lawan dan menolong teman. Jadi ini yang akan jadi poin utama kita dan jadi PR (pekerjan rumah) terbesar bagi kami, lakukan revisi Undang-undang ITE. Jangan lagi ada pasal-pasal karet,” tegasnya. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.