Penanganan dan terapi gejala penyakit pengapuran sendi lutut (FT/IST)

SIDOARJO | duta.co – Hidup sehat sangat perlu diperhatikan masyarakat pada umumnya, khususnya warga Kabupaten Sidoarjo. Salah satu jenis penyakit yang sedang ramai dibincangkan dan berbahaya ini yakni pengapuran sendi lutut pada manusia.

Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr Inggra Vivayuna Sp OT mengatakan, pengapuran sendi adalah kondisi dimana lapisan tulang rawan sendi mengalami kerusakan. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan diantara tulang yang memungkinkan pergerakan sendi menjadi halus, terkikisnya lapisan tulang rawan menyebabkan tulang saling bergesekan saat sendi digerakkan.

“Pengapuran sendi atau dalam istilah medis disebut sebagai Osteoarthritis, merupakan penyakit penyebab nyeri sendi tersering yang diderita masyarakat. Berdasarkan data WHO pada 2015, diperkirakan prevalensi penderita pengapuran sendi mencapai 18% pada wanita berusia diatas 60 tahun diseluruh dunia, dengan lutut sebagai lokasi tersering, dan jenis kelamin wanita yang lebih banyak menderita disbanding pria,” ujarnya, Rabu, (20/11/19).

Menurut dr.Inggra, kerusakan tulang rawan sendi akan menyebabkan gejala berupa keluhan nyeri yang akan meningkat pada saat beraktivitas seperti berjalan, dan membaik dengan beristirahat.

Keluhan lain dapat berupa bengkak pada sendi, kekakuan sendi yang dirasakan terutama pada pagi hari, atau setelah duduk dalam jangka waktu lama, dan penurunan kemampuan sendi dalam bergerak yang membuat kesulitan dalam beraktivitas.

Faktor Penyebab Pengapuran Sendi

“Penyebab tersering pengapuran sendi adalah proses degeneratif, dimana seiring usia bertambah maka hampir semua orang akan mengalami pengapuran dengan derajat tertentu. Namun beberapa kondisi dapat mempercepat proses kerusakan sendi seperti berat badan berlebih, faktor keturunan, jenis kelamin, pekerjaan dan riwayat penyakit atau cidera pada sendi,” paparnya.

“Tujuan dari pengobatan pengapuran sendi adalah untuk meredakan nyeri, mengembalikan mobilitas dan mencegah progresivitas kerusakan sendi, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menurunkan berat badan bagi penderita obesitas, menghindari aktivitas yang membebani sendi seperti naik turun tangga, latihan atau fisioterapi lutut untuk menguatkan otot-otot disekitar lutut sehingga membuat lutut menjadi lebih stabil, dan obat-obatan anti-nyeri yang biasa diberikan oleh
dokter,” lanjutnya.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi suntikan kedalam sendi berupa obat anti-radang dan juga menambahkan asam hyaluronatkedalam sendi dengan tujuan untuk melubrikasi dan memproteksi lapisan sendi. Bila semua terapi tidak berhasil, maka pembedahan merupakan pilihan terakhir untuk meredakan nyeri, pembedahan dilakukan dengan cara mengganti lapisan sendi yang rusak dengan material buatan dengan tujuan sendi dapat bergerak dengan halus dan bebas nyeri.

“Namun perlu diingat bahwa rusaknya lapisan tulang rawan sendi sampai saat ini belum dapat disembuhkan, terapi-terapi diatas bertujuan terbatas untuk mengurangi keluhan nyeri. Pencegahan dan gaya hidup sehat penting untuk tetap dilakukan, apabila didapatkan keluhan seperti diatas jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, sehingga tercapai kualitas hidup yang baik dan bebas nyeri. Salam sehat,” tutupnya. (nzm/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry