Dr. Dewi Urip Wahyuni, SPd,MPd,SE,MM, Dosen Tetap STIESIA (duta.co/dok)

Oleh : Dr. Dewi Urip Wahyuni, SPd,MPd,SE,MM, Dosen Tetap STIESIA

Mengelola Sumber Daya Manusia sebagai modal dasar aktivitas di dalam organisasi atau perusahaan membutuhkan strategi khusus agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Berbagai bentuk organisasi baik yang berorientasi pada keuntungan atau tidak tetap harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Khususnya pengelolaan bagi generasi milenial membutuhkan pola-pola yang khas dalam membentuk sikap dan perilakunya karena lingkungan sudah banyak berubah baik dari segi ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sedang berjalan. Pengelompokan generasi dalam dunia kerja akan mengikuti perkembangan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan.

Generasi sumber daya manusia merupakan konstruksi atau bentuk yang dapat menggambarkan nilai-nilai sosial yang ada di kelompok masyarakat dengan berbagai macam kriteria yang dimiliki oleh individu-individu yang bersangkutan, umur, pendidikan, pengalaman hidup dan latar belakang keluarga. Dapat dikatakan bahwa generasi sumber daya manusia merupakan agregat sekelompok individu-individu yang memiliki kesamaan dalam identitas pada kurun waktu tertentu pada masa eranya.

Phase pertumbuhan generasi sumber daya manusia akan mengikuti perkembangan lingkungan yang ada dan sangat dipengaruhi oleh peradaban manusia pada era yang bersangkutan. Pada saat ini sedang ramai membicarakan generasi Milenial sebagai generasi yang diharapkan akan dapat tumbuh dan menggantikan generasi-generasi terdahulu untuk lebih memiliki manfaat yang tinggi bagi pertumbuhan organisasi sehingga bangsa ini tidak akan ketinggalan dalam menghadapi perubahan global yang terjadi.

Banyak pendapat yang mengklasifikasikan generasi milenial adalah seseorang yang dilahirkan pada rentang antara tahun 1983 sampai dengan tahun 2001, untuk itulah maka yang sangat penting bagaimana cara mengelola pertumbuhan mereka agar menjadi generasi yang produktif dan memiliki dasar-dasar intelektual yang memadai untuk mengembangkan karir dirinya sebagai insan yang mandiri dalam segala persoalan yang mereka hadapi.

Tuntutan perubahan di dunai global begitu pesatnya dan berjalan secara simultan mempengaruhi pola kehidupan masyarakat dunia dimana saja (yang dulunya kebutuhan manusia dipenuhi dengan suatu proses yang membutuhkan waktu relatif lama sekarang ini dapat dipenuhi secara instant). Iklim lingkungan kehidupan manusia akan sangat berpengaruh terhadap pola perilaku sumber daya manusia yang ada di masyakat misalnya budaya global, tekhnologi global  dan adanya OSS (open soft system) yang diterapkan pada dunia bisnis.

Pada saat ini dunia bisnis dapat melakukan transaksi melalui dunia maya tanpa susah-susah untuk betemu tatap muka melakukan transaksi usahanya. Berkaitan dengan terpenuhi segala unsur yang dibutuhkan oleh sumber daya manusia dengan cepat dan mudah menimbulkan kecenderungan tereduksinya kesulitan-kesulitan aktivitas manusia sehingga menimbulkan ketergantungan terhadap perangkat lunak sangat tinggi.

Ketangguhan generasi milenial untuk menghadapi masalah yang muncul dari perubahan global mulai diragukan karena adanya ketergantungan terhadap perangkat lunak tersebut yang dapat membantu penyelesaian masalah yang muncul. Tidak semua generasi milenial memiliki semangat dan effort kerja yang rendah dengan adanya bantuan dari perangkat lunak, hal tersebut tergantung dari kepribadian dan sikap yang dimiliki oleh individunya masing-masing serta visi dan misi kehidupannya di masa depan.

Era Generasi Milenial

Dilihat dari rentang tahun kelahiran generasi milenial tentunya generasi tersebut saat ini sudah banyak yang terlibat di dalam organisasi baik yang berorientasi pada keuntungan maupun yang tidak berorientasi pada bukan keuntungan. Berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat umum bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi milenial mempunyai karakter yang unik berdasarkan geografi di mana mereka berada terutama iklim sosial dan ekonomi lingkungannya.

Aspek yang menonjol tentang keberadaan generasi milenial adalah kedekatannya dengan sistem komunikasi, keberadaan media dan kecanggihan teknologi informasi digital. Mengingat adanya kemudahan-kemudahan tersebut maka mereka memiliki kemampuan untuk mengelola informasi secara silmultan dan mempercepat aktivitasnya untuk berkreatif dan inovatif untuk menciptakan ide-ide yang dapat dijual atau dipromosikan sesuai dengan fashion-nya. Kemamapuan menciptakan peluang baru dalam usaha bisnis makin terbuka lebar misalnya adanya transportasi dan pembelian barang-barang lewat online merupakan hal-hal baru yang belum terpikirkan oleh generasi sebelumnya.

Terbukanya lapangan kerja online makin dapat membantu pemerintah untuk menanggulangi atau mengurangi peningkatan pengangguran yang setiap tahun meningkat bahkan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu rumah tangga untuk membantu suaminya tanpa meninggalkan statusnya sebagai seorang istri yaitu harus mengurusi rumah dan  anak – anaknya. Kecenderungan perilaku generasi milenial dapat di contohkan sebagai berikut :

1). Mengembangkan pengetahuanya lebih besar melalui alat yang disebut smartpohe karena akan banyak pilihan tentang pengetahuan yang akan ditekuni untuk meningkatkan karirnya baik secara formal maupun informal.

2).Kebutuhan akun sosial media menjadi alat komunikasi merupakan alternatif yang cepat untuk membangun jaringan kerja.

3).Mencari kebebasan untuk melakukan improvisasi dalam kehidupannya sesuai dengan fashion yang dimiliki.

4).Membutuhkan komunitas-komunitas tertentu untuk dapat menyalurkan hobby dan pemikiran-pemikirannya

Dari beberapa aspek tersebut memiliki kesempatan untuk berkompetisi dengan sesama generasi milenial untuk mencai peluang yang dapat menguntungkan dirinya di masa depan.

Implikasi faktor-faktor yang dimiliki oleh generasi Milenial

Kalau kita membandingkan dengan generasi sebelumnya terdapat beberapa aspek yang membedakannya, misalnya dengan generasi X merupakan generasi antara generasi baby boomer dan generasi milenial sehingga apa yang dimiliki oleh generasi baby boomer yang konservatif masih melekat pada dirinya misalnya karakter idealisme-nya, keyakinan-keyakinan proses kehidupan yang ditransfer secara turun temurun dari generasi sebelumnya.

Kita sadari bahwa dengan adanya perubahan global dalam kehidupan masyarakat akan terjadi pula perubahan budaya masyarakat, nilai-nilai sosial makin berkembang, perilaku dan sikap seseorang makin dinamis. Meskipun perubahan global tidak dapat dihindari maka implikasi dari faktor-faktor perubahan yang dapat dilakukan untuk mengelola generasi milenial adalah sebagai berikut :

1).Masuknya budaya global tetap kita pertimbangkan dengan keberadaan local wisdom yang telah kita miliki sebagai bangsa yang merdeka dan mampu membangun negaranya tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

2).Dengan adanya kemajuan tehnologi dan informasi kita harus dapat memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi di bidang apapun.

3).Nilai-nilai kepribadian, budaya dan rasa kebangsaan harus selalu kita perkuat dengan menanamkan kecintaannya terhadap NKRI.

4).Generasi milenial yang memiliki jiwa sebagai entrepreuners dan dengan semangat yang tinggi untuk melakukan ide-ide kreatif dan melakukan innovatif harus didukung dan didampingi oleh pemerintah untuk memperoleh peluang bersaing di luar negeri dengan produk-produk yang dihasilkan.

5).Tidak segan-segan generasi milenial untuk meminta saran-saran terhadap seniornya (pendahulunya) dalam usaha untuuk mengembangkan karir sesuai dengan fashion-nya

6).Segala tindakannya dilengkapai dengan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Allah Swt) untuk memperoleh hasil yang paling maksimal dan halal.

Diharapkan banyak kepada generasi milenial untuk menekuni bidang entrepreneurship agar penyerapan tenaga kerja makin bertambah dan dapat memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi melalui PDRB masing-masing daerah yang bersangkutan dimana generasi milenial berada pada geografisnya. (*)

 

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry