Moh Junaidi SE dan Prasasti Peresmian Graha ASTRANAWA oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 2003. (FT/MKY)

SURABAYA | duta.co – Anggota Banser Surabaya, Moh Junaidi SE mengaku prihatin dengan konflik yang menimpa Graha ASTRANAWA, sebuah gedung  yang sudah puluhan tahun menjadi ‘markas’ perjuangan warga NU. Apalagi ada kabar hendak dieksekusi PN Surabaya, Rabu (13/11/2019) untuk diberikan PKB.

“Sebagai warga NU dan sebagai anggota Banser Surabaya, saya tidak habis pikir dengan konflik ini. Karena Graha ASTRANAWA itu, sudah puluhan tahun menjadi pusat perjuangan warga NU, kiai-kiai NU. Dari almaghfurlah KH Sholeh Qosim, almaghfurlah KH Tholchah Hasan, Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa, Gus Solah (KH Salahuddin Wahid) bahkan KH Ma’ruf Amin pernah ke ASTRANAWA,” jelas Cak Jun panggilan akrabnya kepada duta.co, Selasa (12/11/2019).

Menurut Cak Jun, sedikit banyak dirinya sebagai Banser Surabaya paham sejarah ASTRANAWA.  Tanahnya diperoleh Cak Anam (Drs H Choirul Anam) dari warga Menanggal secara sah menurut hukum negara, maupun agama. Ada STHM-nya. Dan itu terjadi tahun 1997, belum ada PKB. Sebagai Ketua Ansor Jatim (saat itu),  Cak Anam minta bantuan Banser untuk mengamankan. Ini yang pertama.

Kedua, lanjutnya, Cak Anam tidak mengambil keuntungan finansial sama sekali dari gedung yang megah ini. Bahkan, untuk komunitas NU seperti PMII, IPNU, IPPNU diberikan kelulasaan menggunakan ruang pertemuan yang di dalamnya ada fasilitas bulu tangkisnya.

Diresmikan Gus Dur

“Ini memang milik Cak Anam. Tetapi, salah besar kalau ada orang mengatakan gedung ini dikomersilkan. Ini murni untuk perjuangan warga NU, di dalamnya ada kantor Duta Masyarakat,” terangnya.

Ketiga, di depannya ada Museum NU. Satu-satunya di Indonesia. Ini menjadi kebanggan nahdliyin. Museum ini telah banyak menerima kunjungan dari ratusan sekolah NU, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan Jawa Barat. “Di belakangnya ada perkantoran. Saya dengar Muslimat NU juga mau berkantor di sini,” tegasnya.

Keempat, Cak Anam itu tokoh NU yang lama memimpin dan membesarkan PKB Jawa Timur. Bahkan menjadi soko guru utama dalam kancah perpolitikan nasional. Jarih payahnya dalam membesarkan PKB, tak terukur, apalagi dibanding pengurus-pengurus sekarang.

Kelima, ASTRANAWA dan Museum NU itu, amanat sekaligus wasiat dari Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid).  Menurut Junaidi, berkali-kali Cak Anam menjelaskan betapa pentingnya menghidupkan ruh perjuangan NU dari ASTRANAWA dan Museum NU. Bahkan masih ada satu lagi tugas dari Gus Dur yang belum terealisasi, yaitu Menara Rukyat.

“Dari sini, jelas, saya harus peduli, membantu menjaga ASTRANAWA. Tanpa bermaksud melawan hukum, menjaga kelangsungan ASTRANAWA adalah wajib hukumnya, semoga gedung ini terus menjadi pusat kegiatan nahdliyin,” demikian Cak Jun.

Tak kalah penting, di Graha ASTRANAWA ada masjid Ababil. Masjid ini dulunya musholla, sekarang berubah fungsi menjadi Masjid, dikelola warga Menanggal. Jamaah jumatnya sampai meluber ke lobi utama. “Ini juga warisan Gus Dur. Mengapa? Karena ASTRANAWA dan ABABIL ini, yang meresmikan Gus Dur pada tahun 2003,” pungkasnya.  (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry