Machmudah, S.Psi.M.Psi.Psi – Dosen FKIP

BEKAL pendidikan anak tidak dapat bergantung hanya dari bangku sekolah saja. Benar halnya jika kurikulum  di sekolah hampir semuanya diisi dengan mata pelajaran atau mata kuliah untuk memperkaya ilmu pengetahuan dengan harapan anak didik dapat menjadi pandai.

Namun ada yang sama pentingnya dengan kecerdasan bahkan lebih besar perannya, yang dapat mendukung masa depan baik bagi anak, yaitu karakter kepribadian atau soft skills.

Pada banyak bidang pekerjaan soft skill justru menjadi penentu apakah seseorang akan diterima bekerja atau tidak, akan bertahan lama atau tidak pada posisi jabatan tertentu atau bahka nmenentukan sukses tidaknya karir seseorang.

Karena sedemikian pentingnya Orang tua bertanggung jawab untuk mengajarkan dan sekaligus mempraktikkannya bersama anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Soft Skill itu ?

Soft skill adalah kemampuan seseorang menjadi pribadi yang dapat diandalkan dan sekaligus bisa bekerja sama dengan orang lain secara efektif dan kompak, antara lain mencakup kemampuan komunikasi, hubungan antar manusia, membuat keputusan dan belajar sepanjang hayat.

Kemampuan dalam diri seseorang yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, kepribadian, ketrampilan sosial, kemampuan bernegosiasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, kemampuan beradaptasi, profesionalisme dan pola pikir.

Soft skill bukanlah kemampuan yang bisa diperoleh secara instan. Perlu latihan yang panjang  dan berulang untuk menumbuhkan karakter-karakter baik dan kuat dalam diri anak. Jangan mengandalkan bangku kuliah yang akan membentuk soft skill. Olehkarenanya, sebagai orang tua jangan menyerah untuk membantu mengembangkan soft skill pada buah hati kita.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lingkungan, dapat bekerja sama dengan orang lain, menampilkan hasil yang terbaik dan mencapai tujuan mereka dengan mengimbanginya dengan hard skills atau keterampilan teknis.

Tidak seperti hard skills, atau keterampilan teknis, seperti membaca, matematika, ilmu pengetahuan dan sains yang dapat dipelajari di sekolah, soft skills merupakan keterampilan yang justru sering kali tidak diperoleh dari sekolah.

Kemampuan yang bermanfaat untuk membentuk karakter ini juga perlu diasah dan dilatih sejak dini, Meski tidak ada kurikulum pendidikan yang mengajarkan tentang soft skill, namun harus tetap diajarkn.

Berikut beberapa tip dan trik melatih keterampilan soft skills :

  1. Berikan contoh tata krama dalam kehidupan sehari-hari.Orang tua lah yang harus memulai dan melakukannya dengan konsisten penggunaan kata-kata seperti tolong, terima kasih, permisi, terima kasih kembali, dan sebagainya.
  2. Ajarkan, dan tentunya berikan contoh, bagaimana sikap ketika sedang bersama atau berkomunikasi dengan orang lain. Tatap mata lawan bicara, dengarkan dengan saksama, matikan dan taruh perangkat komunikasi dan gawai ke dalam saku.Dengan demikian, mereka dapat memperhatikan isi pembicaraan dan dapat terlibat dengan isi percakapan tersebut.
  3. Belajar dari pengalaman orang lain, maupun melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Karena setiap anak seharusnya belajar bagaimana memiliki sedikit rasa empati, sehingga mereka tidak akan mengkritik pengemis agar mencari pekerjaan, mengejek anak lain tanpa memikirkan dampaknya.
  4. Bahwa anak yang bau itu bisa jadi karena dia tidak punya rumah, atau pengemis itu sebenarnya adalah veteran perang yang tidak diterima kerja di mana-mana.Ajak anak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti menjadi sukarelawan untuk anak-anak terlantar, dan sebagainya.
  5. Libatkan anak dalam masalah sehari-hari, hal ini akan meningkatkan keterampilan mereka dalam memecahkan masalah. Mulailah dari hal-hal seperti membersihkan rumah bersama-sama, mencuci pakaian, mengganti bola lampu, dan sebagainya.
  6. Mengontrol diri sendiri, yang merupakan keterampilan yang paling penting dari berbagai soft skills, bukanlah merupakan hal yang mudah bagi anak-anak. Mereka harus memahami bahwa “tidak” berarti “tidak”, mereka juga harus dapat berbagi dengan orang lain.

Latihlah keterampilan ini sejak usia yang sangat muda. Aturlah permainan bersama dengan teman-teman sebaya.

Bukan hal yang mudah bagi anak-anak melihat mainannya digunakan oleh anak lain, akan tetapi mereka akan dengan cepat menyadari bahwa temannya cuma meminjam, bukan mengambil. Jangan beri kesempatan mereka menuntut Anda dengan temper tantrum, dan jika itu terjadi lakukan teknik ‘time out’ dan ajaklah mereka untuk menenangkan diri.

Ajarkan anak agar merasa nyaman dan percaya pada diri sendiri. Lakukan berbagai kegiatan dengan anak-anak untuk menumbuhkan self esteem dan meningkatkan rasa percaya diri, seperti melakukan berbagai kegiatan di alam, bermusik, olah raga dan sebagainya. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry