
Mendikdasmen Lepas 3 Ribu Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja ke Luar Negeri


Mereka diperkirakan akan berangkat pada Desember 2026 ini ke sembilan negara tujuan yakni Jepang, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan, Dubai, Jerman dan Turki.
Para lulusan SMK itu adalah yang tahun ini lulus sekolahnya. Dan sudah dilakukan berbagai macam seleksi baik di sekolah dan di luar sekolah.
Saat ini para lulusan SMK dan LKP itu sedang belajar bahasa negara tujuan masing-masing selama tiga hingga enam bulan.
Pelepasan secara nasional ini dilakukan di Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026) yang dihadiri Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Tayang Muttaqin mengatakan pelepasan dilakukan di Jawa Timur karena selama ini prestasi SMK dari Jawa Timur sangat luar biasa. “Prestasi luar biasa. Selalu juara berbagai lomba secara nasional. Karenanya kita laksanakan di Jawa Timur,. Dan dari jumlah yang berangkat itu kebanyakan memang dari Jawa Timur,” katanya.
Tatang menambahkan siswa SMK yang bisa mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri ini, sebelumnya pihak sekolah sudah mendaftarkan diri mengikuti program. “Kemudian dilakukan assesment dengan kami. Jadi yang ikut ini sudah melalui prosedur kerjasama,” ungkap Tatang.
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menegaskan kesempatan bekerja di luar negeri ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Manfaatkan untuk memperkuat jejaring, memperluas jejaring dan mengembangkan diri. Tetaplah merah putih di dada,” tegasnya.
Salah satu SMK yang mengikuti program ini adalah SMK PGRI 3, Telogo Mas Malang. Sekolah ini mengirimkan 40 lulusan 2026 ini ke Jepang.
Salah satunya yang berangkat adalah Dimas Praditya. Dimas akan berangkat ke Osaka pada Desember ini. Saat ini dia sedang mendalami Bahasa Jepang oleh mentor khusus di sekolahnya.
“Alhamdulillah tiga tahun nanti ada di Jepang. Katanya bekerja di pabrik makanan ringan kemasan. Semoga bisa segera berangkat,” katanya.
Dimas mengaku tidak sabar untuk bisa bekerja di Jepang. Apalagi di sana dia dijanjikan gaji yang besar untuk ukuran dalam negeri yakni Rp 20 juta/bulan. “Tekad sudah bulat untuk merantau. Orang tua mendukung. Saya hanya menyiapkan mental, jaga kesehatan karena nanti di sana cuaca berbeda, budaya berbeda, semua berbeda, jadi harus siap,” tandasnya. lis