
SURABAYA | duta.co – Kabar buruk yang dilakukan oknum pengurus panti asuhan dan pesantren, belakangan ini menjadi perhatian publik. Tentu, kita semua prihatin. Namun, ulah oknum itu diharapkan tidak serta-merta menggeneralisasi seluruh lembaga sosial dan keagamaan. Terlalu banyak berkontribusi positifnya bagi masyarakat. Bahwa ulah oknum itu harus diusut tuntas, semua setuju.
Itulah harapan Solichan, Ketua PerPAIS (Perkumpulan Panti Asuhan Islam) yang dulu dikenal (BKSPAIS) Badan Kerjasama Panti Asuhan Islam Surabaya. Ia menegaskan bahwa kasus semacam itu tidak hanya terjadi di lingkungan panti asuhan, melainkan dapat terjadi di berbagai tempat dan institusi.
“Ya! Kasus seperti itu bukan hanya di panti, di mana pun bisa terjadi. Ini adalah persoalan oknum, bukan lembaganya,” ujar Solichan saat memberikan keterangan kepada media ini dengan nada lirih, Jumat (1/5/26).

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap obyektif dan tidak kehilangan kepercayaan terhadap panti asuhan. Menurutnya, panti asuhan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta memberikan perlindungan dan pendidikan kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Panti asuhan selama ini turut membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan dan membina generasi muda. Jangan sampai karena ulah oknum, kepercayaan masyarakat menjadi hilang,” tambahnya.
Solichan juga menekankan pentingnya pengawasan internal dan peningkatan kualitas pengelolaan di setiap panti asuhan, agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mendorong adanya transparansi serta pembinaan berkelanjutan bagi para pengurus.
“Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh pihak dapat menjadikannya sebagai evaluasi bersama, tanpa mengabaikan peran besar panti asuhan dalam kehidupan sosial masyarakat,” pungkasnya. (zi)





































