
PASURUAN | duta.co – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Sidogiri, Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah.
Kedatangan Menag disambut langsung oleh Majelis Keluarga pesantren yang diwakili oleh KH Fuad Nurhasan. Suasana penuh kekeluargaan dan takzim tampak menyelimuti komplek salah satu pesantren tertua di Nusantara itu.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kunjungan ini juga dimaknai sebagai bentuk penegasan pemerintah terhadap peran penting pesantren sebagai pilar moral dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.
Shalat Jumat Bersama Santri
Setibanya di lokasi menjelang siang, Menag langsung bergabung bersama ribuan santri untuk melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Jami’ Sidogiri.
Di hadapan awak media, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap eksistensi pesantren yang telah berusia hampir tiga abad tersebut.
“Sidogiri ini adalah ‘ibu’ yang melahirkan ribuan pesantren besar di seluruh penjuru Indonesia. Konsistensinya menjaga tradisi salaf sekaligus tetap adaptif menjadi bukti bahwa pesantren merupakan ibu kandung peradaban bangsa,” ujar Nasaruddin.

Respons Soal Mahasiswa Indonesia di Iran
Dalam kesempatan itu, Menag juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kondisi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, khususnya di Iran, menyusul dinamika politik yang memanas di kawasan tersebut.
Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan memastikan para mahasiswa dalam keadaan aman.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sejak semalam. Mahasiswa kita di Iran terus difasilitasi. Intinya mereka dalam kondisi aman, dan pemerintah memantau secara real-time,” tegasnya.
Penguatan Pembinaan Pesantren
Menag juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pembinaan pondok pesantren melalui penguatan struktur kelembagaan di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, keberadaan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren diharapkan dapat membuat pembinaan lebih fokus dan merata.
“Wajar jika negara memberi perhatian khusus kepada pesantren. Alumni pesantren juga memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Sebelum berkunjung ke Sidogiri, Menag juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman KH Idris Hamid di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Ia juga melakukan ziarah dan bermunajat di ruang khusus peninggalan ulama kharismatik KH Abdul Hamid Pasuruan.
Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis dukungan pembinaan pesantren serta koleksi kitab karya ulama Nusantara terbitan Kementerian Agama sebagai bentuk apresiasi terhadap khazanah intelektual pesantren. (Puj)





































