JAKARTA | duta.co  – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menggelar Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi. Kegiatan dirangkai dalam Training of Trainer (ToT) yang diinisiasi gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dengan tema Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga di Hotel The Sultan, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Hadir dalam acara sosialisasi tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Pimpinan KPK Basariah Pandjaitan, Pembina DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim, Plt Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nur Cholis Stiawan dan ratusan isitri para pejabat di lingkungan Kemenag RI.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengajak kepada seluruh hadirin untuk menyamakan persepsi tentang pengertian korupsi dan setelah memahami isi dan maksudnya kemudian untuk diterapkan dalam lingkungannya masing-masing. “Bahwa korupsi itu adalah merusak. Bisa merusak diri sendiri, kelurga dan institusi,” ungkapnya
Karenanya, Menag meminta kepada seluruh peserta terutama para istri pejabat di lingkungan Kemenag untuk serius dan fokus mengikuti materi dan mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. “Mengapa ini penting, karena posisi perempuan sangat vital sesuai konsen program ini,” pinta Menag
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nur Cholis Setiawan mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan angkatan kedua, angakatan pertama dilakukan pada tahun lalu di akhir tahun 2018. Pasca itu, pihaknya melakukan evaluasi dan ternyata program ini sangatlah penting terutama di lingkungan Kemenag agar menjadi institusi yang lebih baik. “Jadi evaluasi dan pantau terus kami lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini Kemenag sudah mempunya 270 agen sosial perempuan anti korupsi. Jumlah ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jumlah ribuan ASN di lingkungan Kemenag. Namun, pihaknya optimis dengan jumlah sedikit tersebut jika dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan sebuah hasil yang baik. “Kami berharap kegiatan ini bisa meminimalisir tindak perilaku korupsi di lingkungan Kemenag,” pungkasnya.
Pembekalan yang dikemas dalam Training of Trainer (ToT) ini dilakukan bersinergi dengan KPK dan AIPJ2 (Australia Indonesia Partnership for Justice 2). ToT berlangsung tiga hari di Jakarta, 7 – 9 Februari 2019. (hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.