RELAWAN : Sriah, ibu lima anak asal Dusun Puhpluwang, Desa Ngetrep, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang hidup dalam pasungan. (Duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Kisah pilu kembali menjadikan Relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Koordinator Jawa Timur kembali turun ke lapangan. Nasib ini dialami Sriah (53), warga RT 06 RW 02 Dusun Puhpluwang, Desa Ngetrep, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Disampaikan Suliyono, salah satu relawan bahwa pengakuan dari keluarga dan tetangga sekitar, telah 16 tahun ibu dua anak ini hidup dalam pasungan.

Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Mojo, pada Rabu (24/4) tidak mengurangi semangat para relawan untuk melakukan survey dan memberikan sedikit bantuan kepada keluarga Sriah yang diterima Suparmi (75) ibu kandungnya. Dengan kondisi tangan dirantai, Sriah menikah dua kali dan dikaruniai 5 anak ini tak berdaya menjalani pasung di sebelah rumah orang tua kandungnya.

“Ya dulu pernah diobatkan di RSJ Lawang, jika diberi tidak mau minum. Dia sudah 16 tahun dipasung. Kalau tidak dirantai, dia seringnya merusak barang-barang milik tetangga dan merasa barang yang dirusak itu miliknya. Kuatirnya jika ngeluyur kemudian tidak mau pulang-pulang,” ungkap Suparmi saat menerima kunjungan relawan di rumahnya.

Pihak desa pun awalnya memberikan perhatian, bahkan beberapa perangkat desa kemudian berinisiatif membawanya untuk diobati. Namun sempat sembuh, setelah dibawa pulang kemudian kejiwaannya kembali terganggu.

“Hasil observasi kami, pernah ditangani pihak pemerintah desa dan puskesmas namun kemudian tidak dilanjutkan. Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk memasungnya,” jelas Suliyono, Relawan DKR Jatim.

Mendapat kabar adanya warga yang dipasung, menjadikan sosok Slamet Budiono, Ketua Relawan Semangat Baru (SB) langsung turun tangan. Sejumlah kebutuhan bahan pokok pun disampaikan sebagai bentuk kepedulian. Terlihat miris dan tak percaya melihat kondisi Sriah terlihat tak berdaya dalam kondisi tanpa pakaian selembar pun.

“Kawan-kawan relawan telah berada di lokasi sejak sore tadi dan hingga sekarang (malam ini,red) masih di sana. Kami tidak punya kepentingan apapun selain wujud kepedulian atas penderitaan yang dialami,” jelas Slamet Budiono, sehari-harinya menjabat Wakil Direktur Umum dan SDM PT. Gudang Garam .Tbk Kediri. nng

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.