Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Dr Chabib Mustofa MSi

SURABAYA | duta.co – Munculnya meme liar yang mencatut nama H. Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) dan Mimik Idayana di sejumlah medsos cukup menarik perhatian. Karena dalam meme tersebut terdapat logo Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Dr Chabib Mustofa MSi, hal ini sebagai upaya menggembosi kandidat.

“Dalam suasana jelang pertarungan politik di pilkada hal ini adalah biasa. Bisa jadi ini merupakan propaganda untuk menggembosi Cak Nur yang saat ini posisinya di atas angin,” ungkapnya, Sabtu (8/2/2020).

Karena penggunaan symbol pemerintahan seperti logo Pemkab Sidoarjo dalam meme politik merupakan kesalahan mendasar. Dan kemungkinannya sangat kecil jika dilakukan oleh politisi senior yang sudah hafal dunia politik.

“ Cak Nur bukan orang kemarin sore dalam dunia politik, rasanya kok tidak mungkin. Apalagi dia saaat ini posisinya menjabat sebagai Plt Bupati, pasti akan extra hati-hati mengambil sikap politik,” papar Wakil Dekan Fisip UINSA ini.

Meski dalam posisi yang dirugikan dengan beredarnya meme tersebut, menurutnya kehadiran Cak Nur memenuhi panggilan Bawaslu patut diapresiasi. Artinya, Dia berkenan membantu Bawaslu dalam menjalankan tugas kepengawasan pilkada.

“Kehadirannya memenuhi panggilan, merupakan cermin kematangan dalam politik dan birokrasi,” tambahnya.

Di sisi lain, hal ini seharusnya menjadi momen bawaslu untuk bekerja mengusut siapa yang membuat dan menyebar gambar tersebut. “ Semua pasti ada sumbernya dan ini yang harus dikejar Bawaslu,” tegas Chabib.

Sementara itu sebelumnya, H. Nur Ahmad Syaifuddin dan Mimik Idayana memenuhi undangan Bawaslu Sidoarjo, untuk dimintai keterangan terkait meme liar bergambar keduanya bernuansa maju di Pilbup 2020 disertai logo Pemkab yang beredar di media sosial.

Usai mengklarifikasi Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) dan Mimik Idayana, Bawaslu Sidoarjo akan mencari siapa pembuat meme bergambar keduanya yang disertai logo Pemkab Sidoarjo tersebut.

“Di meme itu kan ada semacam (tulisan) Deltamilenia. Jadi nanti akan coba kita gali, kita cari informasi Deltamilenia itu siapa dan apa, nanti juga akan kita klarifikasi terkait itu?” kata Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid.

Haidar juga belum bisa mengidentifikasi awal, apakah Deltamilenia tersebut nama akun dari platform media sosial atau komunitas tertantu yang membuat meme bergambar Cak Nur-Mimik.

“Belum, belum. Terkait nanti akun untuk kampanye kan harus didaftarkan ke KPU,” tandasnya.

Haidar hanya memastikan kalau meme tersebut bersumber dari grup WhatsApp (WA), bukan dari platform media sosial semacam Facebook, Twitter atau Instagram.

Dari meme yang beredar, terdapat foto Cak Nur dan Mimik bergenggaman tangan menyimbolkan salam komando. Di sela foto diberi logo Pemkab Sidoarjo disertai tulisan “Mimik Idayana-Nur Ahmad Sayaifudin – Sidoarjo Sejahtera”, dan di sudut kiri terdapat tulisan Deltamienia Sidoarjo Kini.

Cak Nur sendiri sudah mengklarifikasi tidak tahu menahu soal meme yang memajang foto dirinya bersama Mimik. Apalagi ada yang janggal dari penulisan namanya. “Tertulis Nur Ahmad Syaifudin, jadi huruf d kurang satu,” ucapnya. zal

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry