Keterangan foto detik.com

“Jika dikaitkan dengan upaya menjadikan Ahok sebagai gubernur ibu kota baru, semua mafhum, bahwa, itu merupakan muqoddimah untuk menjadikan Ahok sebagai presiden.”

Oleh: Mukhlas Syarkun*

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) begitu percaya diri, bahwa, Indonesia tidak akan terjadi masalah apa apa, jika kelak presidennya non-muslim.

Ini tercermin dari pernyataannya, yang mengatakan, tidak masalah Presiden Indonesia dari kalangan non-muslim. “Tidak ada masalah buat saya,” begitu kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan BBC beberapa waktu lalu.

Dalam wawancaranya dengan  reporter BBC (Karishma Vaswani) itu, dikatakan oleh Pak Jokowi, dalam demokrasi, semua warga termasuk dari kalangan non-muslim, bisa menjadi presiden.

Awalnya Jokowi ditanya:  Anda memilih Ma’ruf Amin, seorang kiai konservatif, sebagai wakil presiden Anda. Mengapa?

Jawabnya: Dalam strategi politik seperti itu kan biasa. Tapi yang paling penting, policy, pelaksanaan setiap kebijakan itu kita tidak membeda-bedakan agama, suku, asal daerah. Tidak. Semuanya memang negara ini perlu dibangun.

Lalu, Jokowi ditanya lagi: Jadi menurut Anda, non-Muslim bisa menjadi presiden Indonesia?

Jawabnya: Ya, kenapa tidak? Kalau rakyat menghendaki. Ini demokrasi. Kalau rakyat menghendaki kenapa tidak? Dicoba dulu saja, rakyat menghendaki atau tidak. Di beberapa daerah juga ada gubernur non-Muslim, bupati, walikota non-Muslim juga ada. Kenapa tidak? Saya dulu wakil walikota di Solo juga Katolik. Di Jakarta juga sama, wakil gubernur saya Kristen, tidak ada masalah. Buat saya tidak ada masalah.

Menarik! Kata Jokowi, di beberapa daerah ada gubernur non-muslim, bupati, wali kota non-muslim. “Wakil wali kota di Solo Katolik ketika saya jabat wali kota, di Jakarta juga sama, wakil gubernur saya kristen.”

Masih menurut Jokowi, masyarakat Indonesia sangat menghormati perbedaan. “DNA masyarakat Indonesia adalah toleran dan moderat.”

Demikianlah paparan Pak Jokowi. Lebih menarik lagi jika dikaitkan dengan upaya menjadikan Ahok sebagai gubernur ibu kota baru, semua menjadi  mafhum, bahwa, hal itu merupakan muqoddimah Pak Jokowi untuk menjadikan Ahok sebagai presiden.

Mengapa Pak Jokowi begitu percaya diri? Ada beberapa pertimbangan, tentu berdasarkan pengalaman beliau selama ini yaitu;

Pertama, Sebagaimana disampaikan bahwa Pak Jokowi meyakini DNA bangsa ini toleran, maka presiden non-muslim tidak akan banyak hambatan.

Kedua, Umat Islam sebagai mayoritas, ternyata tidak kebal dan gampang percaya dengan janji manis, bahkan seandainya jika dijanjikan akan dibuatkan jembatan, padahal tidak ada sungai, itu pun akan dipercayai. Karena ajaran khusnudzan sudah merata, menjadi watak masyarakat kita, apalagi janji-janji didukung oleh perangkat komunikasi dan strategi serta buzzer yang maha benar.

Pak Jokowi tahu betul semua akan luntur, apa itu ideologi dan apa itu militansi. Agama sekali pun. Jika diberi janji janji manis (tahta, harta) akan klepek klepek dan Ahok sudah punya stok sejumlah janji.

Ketiga, Pak Jokowi paham bahwa umat Islam sebagai mayoritas, mudah pecah dan diadu domba serta gampang dibenturkan, walaupun dengan hanya dengan uang recehan.

Keempat, Pak Jokowi paham bahwa tokoh tokoh Islam sudah ada harganya dan diyakini para sponsor Ahok akan mampu membayarnya.

Kelima, Pimpinan partai Islam sudah tersandera oleh masalah dan sudah terbukti Pilkada DKI bersatu memenangkan Ahok, di Pilkada DKI pimpinan ormas besar Islam dukung Ahok mungkin nanti, masalahnya tinggal soal menambah amunisi saja.

Keenam, Pak Jokowi juga paham kalangan intelektual dan aktivis Islam, mayoritas sudah kehilangan idealisme, sudah berubah. Meminjam istilah Gus Dur sudah menjadi intelektual tukang dan sudah diketahui berapa bayaran tukang itu. Tinggal kerjanya, sehari, bulanan atau borongan?

Inilah beberapa pertimbangan mengapa Jokowi begitu percaya diri, berani mengatakan, bahwa tidak masalah presidan dari non-Islam, karena sudah tahu pokok masalahnya, dan punya solusinya. Bukankah demikian?

*Depok, Mukhlas Syarkun: Pemerhati masalah sosial dan keagamaan.

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry