PENDONOR : Kegiatan donor darah yang dilakukan PMI Ponorogo (duta.co/siti noer aini)

PONOROGO | duta.co -Bulan Desember identik dengan musim hujan. Dan pada musim hujan seperti saat ini perkembangbiakan nyamuk aedes agepti, penyebab sakit demam berdarah, juga tinggi. Sehingga bulan kedua belas ini identik dengan penyakit denam berdarah. Apalagi Ponorogo pada tahun lalu dinyatakan KLB untuk penyakit ini.

Untuk mengantisipasi permintaan darah pada bulan Desember ini, maka Unit Donor Darah PMI Ponorogo menyiapkan banyak stok darah, utamanya trombosit atau inti darah yang dibutuhkan oleh penderita demam berdarah. Di samping jenis-jenis darah untuk kebutuhan lainnya.

“Sebab berdasar pengalaman permintaan trombosit darah naik pada Desember dan February. Karena pada bulan bulan itu banyak penderita demam berdarah,” terang Sunarmi, Kepala Pelayanan Unit Donor Darah  PMI Ponorogo, Selasa (3/12).

Tapi karena trombosit yang diproduksi khusus dengan mesin pengolah darah ini tidak bertahan lama, hanya 3 hari. Maka dari itu produksinya juga dilakukan ,  begitu ada permintaan.

” Karena masing- masing kebutuhan darah tidak sama. Ada yang whoole blood, plasma, trombosit dan red cel, Dan itu masing- masing melalui proses screning hingga pengolahan setidaknya untuk trombosit perlu waktu 3 jam sejak pengambilan hingga proses,” imbuh Sunarmi.

Hingga saat ini permintaan darah dari rumah sakit yang ada di Ponorogo dan Wonogiri setidaknya 922-1000 kantung  perbulan. Dan kebutuhan darah ini disuplai oleh 5000 pendonor yang tersebar du seluruh wilayah Ponorogo, Mereka merupakan pendonor aktif yang datang ke PMI atau pun pendonor yang dikunjungi oleh PMI di sekolah-sekolah, karang taruna,tumah sakit dan lembaga lainnya.

“922 kantung dkirim ke rumah sakit-rumah sakit. Kalau rumah sakit tyersebut seprti Harjono, Aisyiyag sudah memiliki bank darah, sehingga cukup dilayani di rumah sakit itu. Kalau belum ada bank darah rumahs akit ( BDRS), maka dilayani di PMI. Dan permintaan ini jumlahnya naik turun tapi rata- rata sebulan 1000 an kantung. Sekarang masyarakat   kesadarannya  tinggi untuk menyumbangkan darah demi kemanusiaan. Jumlah pendonor aktif  saat ini 5000 orang,”  imbuhnya.

Donor darah rutin ini salah  satunya dilakukan oleh RSU Aisyiyah Ponorogo. Di rumah sakit yang memiliki karyawan 300 orang ini rutin melakukan donor darah setiap 2 bulan sekali. Namun karena banyaknya karyawan yang dimiliki dengan jam kerja yang tidak sama, maka akan dilakukan donor 1 bulan sekali dengan sistem bergiliran.

“Sehingga semua karyawan dapat menyumbangkan darahnya secara bergiliran,” kata dr. Wegig Rahman, Direktur RSU Aisyiyah, Selasa (3/12). (sna)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry