Tampak foto sejumlah anggota Pramuka dihukum makan nasi tanpa alas di tanah. (FT/tribunnews)

TANGERANG | duta.co – Hari gini masih ada hukuman pendidikan yang memalukan, sudah tidak mendidik, isinya mengkufuri nikmat Allah swt. Inilah yang terlihat dari foto yang isinya sejumlah orang mengenakan seragam pramuka makan nasi bersama di atas tanah tanpa alas, dan kini menjadi viral di media sosial (medsos).

Foto yang di-posting pemilik akun Facebook Meme Comic Indonesia tersebut sudah menjadi perbincangan hangat di jejaring sosial. “Ngasih makan manusia atau ngasih makan hewan. Pendidikan militer sekelas TNI aja ga segininya. Heran gue, disekolahin bukannya makin pinter, malah jadi kakak pembina gblk Pict : Asep Saepul” tulis pemilik akun Facebook Meme Comic Indonesia. Foto ini di-posting 25 Maret 2017 Pukul 09.15 WIB. Setelah empat jam berlalu, foto ini mencapai 30 ribu like, 23.653 kali dibagikan dan 5.361 komentar.

Kabar terbaru, Minggu (26/03/2017) pagi, beredar jawaban pihak  yang merasa  bertanggungjawab. Mereka melakukan klarifikasi dan minta maaf. Itu terlihat di akun instagram @lambe_turah dan facebook Septo Kalnadi, Pengurus Pramuka Kwarda Banten,

Katanya, menanggapi reaksi keras Kak Kwarnas ttg postingan kegiatan pelantikan dan pengkaderan Anggota Baru Saka Wira Kartika Koramil-13 Kronjo yang dilaksanakan pada tanggal 17–10 Maret 2017 bertempat di Buper Pantai Satuan Radar 211 TNI AU, tentang pelaksaan makan siang yang digelar di tanah langsung tanpa alas, kami klarifikasi itu hanya trik hukuman yang diberikan kepada peserta, karena pelanggaran disiplin jam ishoma (istirahat, sholat, makan).

“Hal ini dilakukan oleh panitia/Sangga Kerja untuk tindakan setelah minta petunjuk dari Pamong Saka, yang bertanggungjawab di lapangan semua hanya dilakukan sebagai trik untuk tidak melakukan kesalahan….,” tulisnya.

Sulit dinalar. Pertama, menghukum dengan cara makan nasi di tanah tanpa alas, adalah berbahaya dan merupakan tindakan sangat tidak terhormat. Seperti tadi, kucing saja kita kasih makan pakai piring. Kedua, kalau dikatakan tidak semua nasi dimakan, ini juga memalukan. Bagaimana nasi yang merupakan karunia Allah swt. dibuang-buang seperti itu. Bukankah masih terlalu banyak saudara kita yang kelaparan. Ini sama saja dengan mengkufuri nikmat Tuhan. Padahal, kufur itu ancamannya luar biasa.

Adalah tepat kalau perbuatan itu, membuat geram Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault. Dia pun mem-posting tanggapan di akun Instagram pribadinya. Melalui akun Instagramnya, Adhyaksa mencoba mengklarifikasi melalui dua foto perbandingan. Foto yang ‘benar’ adalah anggota Pramuka yang makan bersama dengan beralas daun pisang, lauk pauk yang sehat dan beragam serta disediakan air mineral. Sementara foto yang viral tersebut diberi contoh sebagai sudut foto yang ‘salah’ dan tak pantas ditiru. Kedua foto perbandingan tersebut diberi klarifikasi dan sikap yang diambil oleh pengurus pusat Pramuka.

Tanggapan Adhyaksa Dault direpost atau diulang kembali ke berbagai media sosial, sebagai respons atas foto yang sudah lebih viral terlebih dulu. Berikut posting-an mantan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam akun Instagram @adhyaksadault:

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam Pramuka.

Pagi ini (25/03/2017) di grup wa, saya menerima foto beberapa Pramuka makan bersama di suatu tempat,  namun nasinya ditaruh di rumput tanpa alas. Saya cek, foto tersebut sudah menyebar di media sosial, dan mendapatkan kritik keras bahkan kecaman dari anggota Gerakan Pramuka.

Saya tegaskan ini bukan bagian dari pendidikan dan pembinaan di Gerakan Pramuka, saya sangat menyayangkan ini. Saya pastikan bahwa pembina kegiatan tersebut belum mengikuti atau memenuhi kualifikasi pelatih dan pembina Pramuka. Sebagai informasi, setiap harinya, ada ribuan kegiatan Gerakan Pramuka dilaksanakan di sekolah-sekolah dan alam terbuka di seluruh Indonesia, dan semua kegiatan Pramuka itu mendidik, menggembirakan, menginspirasi serta menyenangkan, menguatkan persaudaraan anak-anak kita.

Saya sudah berkoordinasi dengan Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd (Kepala Pusdiklatnas Kwarnas Gerakan Pramuka),  Kak Prof. Dr. Ir. S Budi Prayitno, M.Sc (Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Muda), Kak Dr. Susi Yuliati (Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa), dll.

Saya minta agar Panitia kegiatan tersebut ditegur dan diberikan pembinaan. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran berharga, dan tidak boleh terulang kembali. Kita akan selesaikan ini dengan sebaik-baiknya. Paling lambat Senin, 27 Maret 2017, masalah ini sudah jelas duduk perkaranya dan selesai. Terima kasih saya haturkan kepada Kakak-Kakak Pramuka dan masyarakat atas masukannya untuk kebaikan dan kemajuan Gerakan Pramuka.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Salam Pramuka. Jakarta, 25 Maret 2017. Hormat saya, Kak Adhyaksa Dault (Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka). (hud,dt,tb)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.