DRONE SEGEDE SMARTPHONE: DJI Mavic Air yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (7/3). Dilengkapi fitur-fitur canggih, harganya belasan juta rupiah. (ist)

JAKARTA | duta.co – Setelah sukses merilis DJI Spark tahun lalu, DJI melalui Erajaya resmi meluncurkan DJI Mavic Air di Jakarta, Rabu (7/3). Drone sebesar smartphone itu menargetkan penggemar outdoor, seperti mereka yang hobi naik gunung dan olahraga air.

Mavic Air dilengkapi fitur terbaik dari seri Mavic dengan kamera 4k untuk kualitas gambar yang superior, mode QuickShot, dan SmartCapture. Hal itu mempermudah pengambilan gambar lebih berkualitas.

“DJI memperkenalkan Mavic Air dengan menemukan kembali daya tarik konsumen. Lebih bertenaga, mudah dibawa, mudah diakses, dan canggih,” ujar Kevin On, director of communication DJI.

Karena ditargetkan untuk para pencinta aktivitas outdoor, Kevin melanjutkan, Mavic Air dirancang agar dibuat sangat portabel. Beratnya hanya 430 gram. Tapaknya hampir seukuran smartphone.

DJI Mavic Air memiliki gimbal tiga sumbu tersembunyi yang disuspensikan dari peredam untuk mengurangi getaran yang memberikan perlindungan dan pengambilan gambar terbaik.

Kameranya dilengkapi sensor CMOS 1/2,3 inci dengan lensa 24mm f2.8 pada sensor full frame 35mm untuk menangkap foto dan video berkualitas tinggi.

Foto yang dihasilkan beresolusi 12MP dengan memanfaatkan algoritma HDR baru yang menyimpan cahaya lebih banyak. Sehingga menghasilkan gambar detail pada kondisi cahaya rendah.

Ada juga fungsi panorama, asteroid yang menangkap objek gambar bulat yang membesar di tanah, dan bumerang yang mengitari objek dalam jalur terbang berbentuk oval dengan fimishing video di titik awal.

Dari segi video, Mavic Air dapat mengambil video 4K yang stabil pada 30 fps, dan dapat mengambil scene cepat melalui kemampuan video slow-motion pada 120 fps.

Sama seperti drone DJI sebelumnya, Mavic Air dilengkapi dengan QuickShot. Sebelum ini, fitur ini hanya terdiri dari empat gerakan, yaitu Rocket, Dronie, Circle atau Helix. Kali ini, DJI menambahkan dua gerakan baru, yaitu Boomerang dan Asteroid. DJI juga telah memperbarui ActiveTrack Intelligent yang memungkinkan drone untuk melacak lebih dari satu objek.

Saat ditanya apa yang membedakan Mavic Air dengan drone lain, DJI Communication Director Kevin On berkata, “Powerful. Tidak hanya dari sebagai pesawat, tapi juga dari segi kamera.”

Selain itu, dia menyebutkan, kelebihan Mavic Air juga karena mudah untuk digunakan. “Ini penting karena kemudahan penggunaan akan memungkinkan orang lebih banyak untuk menggunakan drone ini.”

Mavic Air memiliki kemampuan terbang maksimal hingga 21 menit dan terbang dengan stabil dalam kondisi berangin hingga 22mph (36kph) dan pada ketinggian hingga 5.000 meter di atas permukaan laut.

Harga dari drone ini adalah Rp 12,7 juta, lengkap dengan baterai, remote control, koper, dua pasang penahan baling-baling, dan empas pasang baling-baling.

Sementara untuk Combo Mavic Air Fly More yang memiliki tiga baterai remote control, tas travel, baterai untuk power bank, dan pusat pengisian baterai dibanderol Rp 15,9 juta.

Mavic Air tersedia dalam tiga warna pilihan, yaitu Onyx Black, Artic White, dan Flamed Red. Penggila drone dapat membelinya pada 16 Maret 2018. hud, lip, meo

Tinggalkan Balasan