Penulis bersama keluarga didepan Edinburgh Central Mosque. (FT/dok)
“Hebatnya, di negara ini masjid berdiri hampir setiap kota. Ini menarik dikunjungi bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya yang memperlihatkan bagaimana Islam tumbuh dan berkembang di negeri King Charles.”
Oleh Ahmad Syaifullah*

BERBICARA tentang wisata di United Kingdom (UK), mungkin yang terbayang Istana Kerajaan, museum kelas dunia, atau bangunan bersejarah peninggalan Romawi dan era Victoria. Wajar, mengingat Inggris adalah negara modern dengan sejarah peradaban yang panjang.

Namun di balik wajah klasik Inggris itu, ada lanskap religi yang menarik untuk dijelajahi yaitu masjid. Masjid ini menarik karena ia berdiri di negara kerajaan kristen yang memiliki ribuan gereja. Hebatnya, di negara ini masjid berdiri hampir setiap kota. Ini menarik untuk dikunjungi bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya yang memperlihatkan bagaimana Islam tumbuh dan berkembang di negeri King Charles.

Populasi Muslim di UK

Berdasarkan data terbaru dari ons.gov.uk bahwa jumlah Muslim Inggris mencapai sekitar 6,5% dari populasi atau sekitar 3.9 juta orang. Jika digabung dengan Skotlandia dan Irlandia Utara, persentasenya mendekati 6–7% dari total populasi penduduk UK. Islam menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen, sekaligus agama dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa dekade terakhir.

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya migrasi pasca Perang Dunia II dari Asia Selatan, kedatangan pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika, serta generasi kedua dan ketiga Muslim yang lahir dan besar di Inggris. London sebagai ibu kota UK, menjadi Kota dengan jumlah Muslim terbanyak. Di ibu kota ini, populasi Muslim melebihi satu juta orang. Selain London, kota seperti Birmingham, Manchester, Bradford, dan Leicester memiliki komunitas Muslim yang besar dan berpengaruh.

Birmingham sering disebut sebagai kota dengan proporsi Muslim tertinggi di luar London. Di beberapa wilayahnya, masjid berdiri hanya berjarak beberapa blok satu sama lain, mencerminkan kepadatan dan kekuatan komunitas.

Asal-usul Komunitas Muslim di UK

Mayoritas Muslim di UK berasal dari Asia Selatan, Pakistan dan Bangladesh menjadi dua kelompok terbesar. Selain itu terdapat komunitas dari India, Timur Tengah, Turki, Somalia, Nigeria, dan Afrika Utara. Dalam dua dekade terakhir, komunitas Muslim Eropa Timur dan Asia Tenggara juga mulai bertambah, termasuk diaspora dari asia tenggara khususnya Indonesia dan Malaysia.

Keberagaman asal-usul ini membuat wajah Islam di UK sangat multikultural. Di satu masjid, khutbah mungkin disampaikan dalam bahasa Inggris dengan jamaah dari berbagai latar belakang etnis. Di masjid lain, nuansa budaya Pakistan atau Turki terasa lebih dominan. Namun semuanya menyatu dalam satu identitas keislaman yang sama.

Setiap Kota Memiliki Masjid

Salah satu hal menarik adalah hampir setiap kota besar di UK memiliki setidaknya satu masjid utama atau central mosque. Di London terdapat London Central Mosque yang terletak di Regent’s Park. Masjid ini dikenal dengan kubah emasnya yang besar dan menjadi ikon Islam di Inggris.

Di Birmingham berdiri Birmingham Central Mosque yang megah dengan arsitektur klasik berkubah dan dua menara. Di Manchester terdapat Manchester Central Mosque, pusat kegiatan Islam yang ramai dan aktif sepanjang tahun.

Leicester memiliki Leicester Central Mosque, sementara Bradford dikenal dengan Bradford Grand Mosque. Di Glasgow, Skotlandia, berdiri Glasgow Central Mosque yang menjadi salah satu masjid terbesar di Skotlandia. Bahkan di kota pelabuhan seperti Cardiff di Wales terdapat Cardiff Central Mosque.

Edinburgh Memiliki edinburgh Central Mosque dikenal dengan nama Masjid Raja Fahd dan Islamic Center Edinburgh) merupakan sebuah masjid yang terletak di Potterrow pusat kota edinburgh

Dan banyak masjid kecil yang berada diantara rumah penduduk yang tak tampak seperti masjid dan bisa jadi jumlahnya mencapai ratusan unit yang tersebar di berbagai distrik. Banyaknya masjid ini mencerminkan konsentrasi populasi Muslim yang tinggi.

Keterangan foto herald.id
Mengunjungi Masjid

Setiap pergi keluar kota, akan menjadi lebih menarik jika masjid menjadi salah satu tujuan destinasi, mengunjungi masjid di UK ada sisi kebanggaan lebih dari Sekadar Ibadah

Datang ke masjid di UK bukan hanya tentang sholat. Mengunjungi masjid memberi kesempatan untuk mengenal Islam secara lebih luas melalui aktivitas keagamaan, sosial dan edukatifnya. Banyak masjid membuka pintu walaupun diluar jadwal sholat, khususnya masjid masjid besar bahkan ada kesempatan bagi pengunjung non-Muslim melalui program open day, diskusi lintas agama, hingga kelas pengenalan Islam.

Wisata masjid kita juga dapat melihat keunikan arsitektur yang menggambarkan perbaduan arsitektur.klasik inggris dengan negeri asal dari komunitas datang. Di dalam masjid, pengunjung dapat melihat ruang salat utama yang luas dan tertata rapi, mihrab yang mengarah ke Makkah, serta mimbar tempat khatib menyampaikan khutbah Jumat. Beberapa masjid juga memiliki perpustakaan, ruang kelas, aula komunitas, bahkan fasilitas olahraga dan pusat konseling keluarga serta pusat belanja pernak pernik islam

Rasa haru dan bangga selalu menyelimuti batin. Sepatu dilepas di pintu masuk, karpet lembut membentang, dan kaligrafi Arab menghiasi dinding. Pengalaman ini menghadirkan sisi lain dari UK yang mungkin jarang terlihat dalam brosur wisata konvensional.

Arsitektur Masjid yang Beragam

Arsitektur masjid di UK sangat beragam. Ada masjid yang dibangun dari nol dengan desain klasik Timur Tengah lengkap dengan kubah besar dan menara tinggi. London Central Mosque, Edinburgh Central Mosque, Glasgow Central Mosque dan Birmingham Central Mosque adalah contoh nyata arsitektur monumental yang langsung dikenali sebagai masjid.

Namun, ada pula masjid yang tampak sederhana dari luar. Banyak masjid awal berdiri di bangunan bekas gereja, gudang, atau community hall. Dari luar mungkin tidak terlihat seperti tempat ibadah Islam, tetapi bagian dalamnya telah diubah sepenuhnya menjadi ruang salat. Transformasi ini mencerminkan sejarah panjang migrasi Muslim, ketika komunitas masih terbatas secara finansial namun memiliki semangat kuat untuk membangun pusat ibadah. Keanekaragaman bentuk ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Keterangan ft/lazismujatim.org
Masjid Indonesia

Indonesia memiliki satu-satunya masjid di UK dengan nama Indonesian Islamic Centre (IIC) berada di London. Selain sebagai pusat dakwah, Masjid ini menjadi simbol penting kehadiran diaspora Indonesia. Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pengajian, pendidikan anak, kegiatan Ramadan, hingga perayaan hari besar Islam. Sejarah masjid ini adalah bekas gereja kemudian Dibeli secara patungan oleh warga Indonesia, dari berbagai komunitas. Masjid ini mencerminkan semangat gotong royong yang dibawa dari tanah air.

Berdirinya masjid IIC menunjukkan bahwa pemerintah UK memberikan ruang legal bagi komunitas agama untuk memiliki dan mengelola tempat ibadah. Proses perizinan bangunan di UK sangat ketat, meliputi aspek tata kota, keselamatan, dan dampak lingkungan. Ini salah satu kenapa masjid ini baru ditempati untuk sholat Jumat setelah beberapa tahun dimiliki. Karena itu, setiap masjid yang berdiri adalah bukti bahwa komunitas Muslim mampu berintegrasi dengan sistem hukum dan sosial setempat.

Masjid Pusat Ekonomi dan Budaya

Sama halnya seperti di Indonesia, area disekitar masjid besar biasanya tumbuh pusat ekonomi halal. Deretan toko daging halal, restoran Asia asia, toko busana Muslim, hingga penjual pernak-pernik Islam menjadi pemandangan umum. Kawasan Central Mosque di Birmingham atau Area sekitar Edinburgh Central Mosque terasa seperti wisata religi di Indonesia.

Ekosistem ini menciptakan pengalaman wisata yang unik. Menikmati kuliner halal, membeli kurma dan sajadah, lalu melanjutkan perjalanan ke museum atau taman kota terdekat. Interaksi antara budaya Inggris dan budaya Muslim membentuk lanskap multikultural yang khas.

Daya Tarik Wisata Masjid di UK

Wisata masjid di UK menawarkan kombinasi antara sejarah migrasi, arsitektur, dinamika sosial, dan spiritualitas. Dari kubah emas di Regent’s Park hingga bangunan kecil dan sederhana yang tersembunyi di sudut kota kecil, setiap masjid memiliki cerita.

Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat komunitas, pendidikan, dan solidaritas sosial. Ia menjadi jembatan antara identitas Muslim dan masyarakat Inggris yang lebih luas. Mengunjungi masjid berarti menyaksikan bagaimana agama minoritas dapat tumbuh dan berkembang secara damai dalam di tanah eropa.

Masjid di UK berdiri sebagai simbol bahwa identitas agama dan kewarganegaraan dapat berjalan berdampingan.

Dengan demikian, wisata masjid di UK bukan hanya perjalanan melihat bangunan indah, tetapi juga perjalanan memahami kehidupan Muslim sebagai bagian integral dari masyarakat Inggris. Sebagai Muslim, mengunjungi masjid adalah pengakuan bahwa Allah maha besar, rumahNya bisa berdiri megah ditengah aturan dan komunitas non muslim. RumahNya berdiri kokoh duitengah himpitan zaman. Rasa haru dan bangga Ternyata masih ada keimanan yang hidup diantara masyarakat rasionalitas. witasa masjid di UK adalah wisata mencari kenyamanan dan ketenangan ditengah kerasnya hidup di UK. Mengunjungi masjid dengan melihat aktifitas, eksistensi dan kontribusinya membawa kesimpulan bahwa Islam di UK adalah agama yang besar dan hanya minoritas dalam angka.

*Ahmad Syaifullah adalah Warga NU yang saat ini tinggal di Inggris, United Kingdom, Ketua IKMA UK (Ikatan Keluarga Madura United Kingdom)

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry