EDAMAME : Kedelai edamame, camilan yang makin banyak diminati karena tingginya kadungan gizi. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Kedelai, sudah sangat dikenal masyarakat sebagai salah satu bahan makanan bergizi yang bisa diolah dan dimanfaatkan untuk kudapan ataupun lauk.  Bagi masyarakat desa, menanam kedelai salah satu pilihan kala musim kemarau selain jagung.

Mereka juga biasa menggodok kedelai muda untuk camilan, anak-anak biasa membakar kedelai sebelum di tumbuk dan dimakan bersama-sama di sela mengaji di Musala ataupun sore ketika bermain. Namun pengetahuan mereka tentang kandungan yang sangat besar dari kedelai tidak mereka pahami.

Yang ada dalam pikiran mereka kedelai salah sau bahan makanan yang bergizi. Kedelai bisa disebut dengan King of Nut, rajanya kacang-kacangan dari kandungan gizi yang sangat dbutuhkan tubuh.

Kedelai utuh mengandung berbagai nutrisi penting. Dalam 100 gram kedelai utuh mengandung mangan, selenium, tembaga, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, kalsium, vitamin B6, folat, riboflavin (vitamin B2), thiamin (vitamin B1), dan vitamin K. Selain itu kedelai juga mengandung : 173 kalori. 9 gram lemak.

Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Dr. Rimbawan, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan kedelai mempunya kandungan gizi yang komplit yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Kedelai juga mengandung banyak vitamin C dan asam folat. Kacang kedelai merupakan sumber serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, potassium, isoflavone, dan thiamin

Dilihat dari kandungan gizinya, setiap 100 gram kedelai mengandung 17 gram protein yang baik untuk membangun otot tubuh. Itulah mengapa, kacang kedelai menjadi sumber protein nabati yang paling baik.

“Tak hanya itu, susunan asam amino pada kedelai paling lengkap dan seimbang dibanding kacang lainnya. Kandungan lemak pada kedelai aman bagi penderita kolesterol. Kedelai mengandung lemak tidak jenuh yang terdiri dari lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.”

TEMPE : Produk turunan hasil fermentasi kedelai yang mudah didapat dan murah. (duta.co/dok)

Produk Turunan Kedelai, Makanan Murah Bergizi Tinggi

Tempe dan tahu, produk turunan dari kedelai yang sangat familiar di Indonesia bahkan kini mulai mendunia. Banyak macam ragam produk tempe, mulai digoreng, dibacem untuk lauk makan, dibuat keripik untuk camilan, tempe mendoan, menjes di Malang dan sejenisnya.

Menurut Wikipedia, Tempe makanan orang Jawa yang terbuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer, atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”.

Dan Klaten Jawa Tengah disinyalir menjadi awal mula tempat tempe diproduksi hasil kreasi masyarakat lokal memanfaatkan bahan baku untuk memenuhi gizi. Tempe, produk kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilestarikan karena memang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta mudah didapat dan diolah.

“Tempe bisa menjadi andalan pemenuhan gizi keluarga. dengan harga yang murah dan mudah didapatkan tanpa mengenal musim karena tiap hari pasti di Pasar trdisional sampai modern ada produk tempe.”

Tempe merupakan bahan makanan yang mudah diolah dan harganya sangat terjangkau. Dengan Rp 2000 sudah bisa membeli tempe satu potong untuk diolah dan dibuat lauk tambahan untuk satu keluarga.

 “Tempe disukai karena mengandung banyak manfaat untuk tubuh, rasa gurihnya membuat banyak orang menyukai tempe. Dan pastinya harganya yang murah dan sangat terjangkau bagi masyarakat bawah sekalipun,” kata Rosyidah, ibu rumah tangga yang tiap hari menyediakan menu tempe atau tahu.

Baginya mengenalkan tempe dan tahu sebagai lauk kepada anak-anak tidak sulit. Karena tempe dan tahu selain digoreng juga mudah diolah dengan kreasi campuran lain. Seperti ditambah di kare, opor, ataupun cukup di kukus untuk mengurangi penggunaan minyak.

“Tinggal dicampur dengan pecel dan sayuran, sudah bisa jadi lauk pilihan yang mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

Mudahnya membuat tempe banyak masyarakat yang memproduksi dan menjualnya keliling dari rumah ke rumah ataupun di pasar tradisional. Seperti dilakukan Prapto Warga Desa Sumberarum, Dander Kabupaten Bojonegoro. Dalam sehari, pria paruh baya ini membutuhkan sekitar 50 kg kedelai untuk dijadikan tempe.

“Selama pandemi covid-19 justru tempe saya makin laris.  Bisa jadi karena penghasilan turun, ibu-ibu banyak memilih tempe yang juga bergizi tidak kalah dibanding ikan dan daging. Seain dijual di pasar, saya keliling dari rumah ke rumah sekalian mendekatkan kepada pelanggan,” kata Prapto yang bertekad menjadi produsen sekaligus penjual tempe karena laris disukai ibu-ibu meski margin keuntungan tipis.

Berbeda yang dilakukan Sri Yusmeniwati, pemilik Depot Tauwa Mr. Kedelai Aneka Tauwa di Perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo. Tauwa di Indonesia lebih umum dikenal dengan nama tahwa / tauwa / tawa atau kembang tahu, sebuah camilan kecil tradisional di kalangan Tionghoa-Indonesia. Kini Tauwa makin dikenal masyarakat luas sebagai makanan camilan yang bergizi tinggi.

“Tidak sulit mengenalkan Tauwa kepada masyarakat. Apalagi dengan aneka topping, sajian Tauwa tidak monoton dengan jahe hangat original. Tapi bisa dicampur dengan aneka topping seperti cokelat, susu, durian dan lain-lain sehingga lebih menarik khususnya anak muda,” katanya.

Menik menambahkan sejak buka tahun 2015 sampai sekarang respon bagus dan pelanggan terus meningkat. Biasanya karena saling cerita atau share pengalaman makan tauwa ke group WA atau posting di sosmed, makin banyak yang tahu dan mencoba.

“Bahkan ada yang fanatik tiap sore pasti datang menikmati tauwa dengan alasan menjaga daya tahan tubuh. Mereka banyak yang paham bahwa Tauwa dengan bahan baku kedelai untuk anak-anak bagus membantu pertumbuhan sel sel otak. Untuk kaum perempuan kandungan fitoestrigen dalam kedelai membantu mencegah kanker payudara dan mencegah menupouse dini.”

TAHUWA : Makanan ringan hasil olahan kedelai yang banyak diminati semua kalangan. (duta.co/dok)

Manfaat Penting Kedelai Bagi Tubuh

Kedelai merupakan sumber protein yang sangat kaya. Menurut Dr. Rimbawan, kandungan gizi/100 gram kedelai yang direbus mengandung protein sebanyak 16.6gram.  Kandungan protein dalam kedelai memiliki kualitas yang baik bagi tubuh, meskipun tidak setinggi kualitas protein hewani.

Bagi orang yang memiliki alergi terhadap protein hewani, mengonsumi kedelai dapat menjadi pilihan solusi sehingga kebutuhan protein dalam tubuh tercukupi. Kedelai diperkaya dengan serat yang baik untuk kesehatan penceranaan. Serat yang terkandung dalam kedelai, yaitu serat larut maupun serat tidak larut.

Serat larut berfungsi untuk membentuk zat seperti gel tebal pada lambung yang akan dicerna perlahan. Gel berserat tersebut kemudian dipecah oleh bakteri di usus besar. Proses ini akan menghasilkan sedikit kalori dalam tubuh. Selain itu, serat larut dapat mencegah kenaikan kadar glukosa dalam darah.

Sedangkan serat tidak larut dapat mencegah gangguan pencernaan, seperti sembelit, konstipasi, atau wasir.

“Serat yang terkandung dalam kedelai dapat difermentasikan oleh bakteri kolon dan membantu pembentukan Short-chain fatty acids (SCFAs) yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi risiko kanker kolon,” jelas Dr. Rimbawan.

Kedelai termasuk jenis kacang-kacangan yang padat nutrisi sehingga baik untuk dikonsumsi. Beberapa kandungan vitamin dan mineral dalam kedelai, yaitu Molibdenum, yang berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim penting, Vitamin K1, yang memegang peran penting dalam proses pembekuan darah, Folat/B9, zat gizi penting untuk tubuh dan bermanfaat selama masa kehamilan, Tembaga, yang dapat menjaga fungsi jantung, Fosfor, yaitu mineral yang penting untuk tubuh,  Vitamin B1, yang memegang peran penting bagi berbagai fungsi tubuh, dan Isoflavon, sumber antioksidan yang baik untuk tubuh.

Kedelai yang diolah menjadi tempe, tahu, atau susu mengandung kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan tulang. Kebutuhan kalsium pada tubuh yang tercukupi dapat membantu tulang tetap padat dan kuat. Tak hanya itu, asupan alsium yang memadai juga dapat mencegah perkembangan osteoporosis, gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pengeroposan tulang.

“Mengonsumsi kedelai ternyata dapat mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause. Misalnya, hotflashes atau rasa panas yang berlebih, berkeringat, atau perubahan suasana hati karena kadar estrogen berkurang,” jelas Dr. Rimbawan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan Asia terutama Jepang, lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala menopause ini dibanding perempuan di negara Barat.

Hal ini karena kebutuhan isoflavon pada perempuan Jepang tercukupi. Dengan mengonsumsi kedelai yang kaya akan isoflavon, gejala tidak nyaman saat menopause pun dapat teratasi.

Isoflavon juga bermanfaat dalam meningkatkan kepadatan tulang belakang pada perempuan yang mengalami masa menopause. Efek ini dapat menjadi lebih signifikan apabila dikonsumsi dalam takaran lebih dari 90mg/hari

Sistem imun tubuh menjadi garda terdepan untuk mengurangi risiko penyakit menyerang seseorang. Dengan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi, Anda akan lebih kebal terhadap serangan virus ataupun bakteri penyebab penyakit. Jadi, kesehatan seseorang sebagian besar ditentukan oleh tingkat imunitas yang dimiliki.

Dengan mengonsumsinya, daya tahan tubuh akan meningkat. Sebab, kacang kedelai mengandung berbagai macam gizi serta antioksidan yang berperan untuk meningkatkan imunitas. Untuk itu, bagi Anda yang merasa memiliki sistem imun yang lemah, terlebih dalam kondisi lingkungan yang seperti ini, disarankan untuk rutin mengonsumsi kacang kedelai.

Khasiat kacang kedelai selanjutnya adalah mengontrol tekanan darah. Kacang kedelai mengandung asam lemak baik yang mampu membuat tekanan darah menjadi lebih lancar dan terkontrol.

Tidak hanya itu, kalium sebagai salah satu kandungan dari kacang kedelai juga berperan untuk membantu tubuh mengatasi natrium yang kadarnya terlalu banyak. Jika natrium dibiarkan kelebihan kadarnya, risiko penyakit hipertensi akan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, dengan rutin mengonsumsi kacang kedelai, tubuh akan terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi.

Tidak hanya menurunkan risiko seseorang terkena penyakit hipertensi, mengonsumsi kedelai juga mampu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Kacang kedelai memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh yang berguna untuk membantu tubuh dalam menekan kadar trigliserida pada darah.  Imam ghozali

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry