
Melati Wijsen Hadir di PKKMB Untag Surabaya, 3.160 Maba Diajak Peduli Lingkungan


Bertempat di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, kegiatan PKKMB 2026 mengusung tema ‘Empowering Global Generation’ dan diikuti oleh 3.160 mahasiswa baru.
Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Eco Campus, Untag Surabaya menghadirkan aktivis lingkungan internasional, Melati Wijsen, sebagai salah satu pemateri. Melati Wijsen dikenal sebagai pendiri gerakan Bye Bye Plastic Bags dan Youthtopia. Kiprahnya dalam mengajak generasi muda untuk terlibat dalam isu lingkungan menjadi salah satu alasan kehadirannya dalam PKKMB Untag Surabaya 2026.
Dalam pemaparannya, Melati mengajak mahasiswa baru memahami bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana. Menurutnya, generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk menyuarakan persoalan dan mengambil tindakan nyata di lingkungan sekitar.
“Saya mendirikan gerakan Bye Bye Plastic Bags sejak usia 12 tahun bersama adik, dengan tujuan mendorong Pulau Bali terbebas dari penggunaan kantong plastik. Saya harap kalian juga berani menyuarakan persoalan serta mengajak orang lain untuk bersama-sama menciptakan perubahan baik sejak muda,” katanya.
Melati turut membagikan sejumlah prinsip yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang Change Maker atau pembuat perubahan. Prinsip tersebut meliputi fokus pada satu persoalan, membangun tim dan bekerja sama, berpikir kreatif atau think outside the box, berani menghadapi kegagalan, serta menjadikan semangat sebagai pembuat perubahan sebagai bagian dari gaya hidup.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa baru. Salah satunya Puri Eka Pramaswari, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya asal Surabaya. Puri sebelumnya pernah terlibat dalam program kepedulian lingkungan bagi anak-anak di Thailand. Puri mengaku mendapatkan wawasan baru dari materi yang disampaikan Melati.
“Materi dari Kak Melati Wijsen sangat menarik karena dapat menambah wawasan saya tentang berbagai kasus lingkungan yang terjadi di dunia. Saya juga semakin semangat untuk belajar lebih banyak tentang lingkungan dan bagaimana kita sebagai anak muda bisa ikut membuat perubahan,” ujar Puri.
Komitmen Untag Surabaya dalam mewujudkan Eco Campus juga diterapkan secara nyata selama pelaksanaan PKKMB 2026. Salah satunya melalui imbauan kepada mahasiswa baru untuk membawa tumbler atau botol minum pribadi dari rumah.
Langkah tersebut didukung dengan penyediaan dispenser air minum gratis di sejumlah area kampus.Dengan kebijakan tersebut, pelaksanaan PKKMB 2026 tidak menggunakan air minum dalam kemasan sekali pakai.
Upaya ini menjadi langkah untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak mahasiswa pertama kali memasuki kehidupan kampus.
Selain mengurangi penggunaan plastik, Untag Surabaya juga menyediakan tempat sampah terpilah di sejumlah titik di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendorong sivitas akademika membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Untag Surabaya berupaya menjadikan konsep Eco Campus tidak sekadar sebagai slogan, tetapi sebagai bagian dari budaya kehidupan kampus. ril/lis