Siswa SMA Negeri 19 Surabaya tengah mengerjakan lomba mural Islami kaligrafi di area masjid sekolah dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sebagai media ekspresi seni sekaligus dakwah visual untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kecintaan terhadap Islam.

SURABAYA | duta.co – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, momentum Isra Mikraj justru menjadi ruang strategis untuk menanamkan kembali nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan spiritualitas kepada generasi muda. Inilah yang ditunjukkan SMA Negeri 19 Surabaya melalui peringatan Isra Mikraj tahun ini.

Dengan mengusung tema “Membangun Karakter Pelajar Muslim dari Nilai-Nilai Perjalanan Isra Mikraj”, SMA Negeri 19 Surabaya melibatkan lebih dari 1.200 siswa kelas X, XI, dan XII dalam rangkaian kegiatan bernuansa Islami. Partisipasi masif ini mencerminkan keseriusan sekolah dalam memperkuat fondasi keimanan dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Beragam lomba Islami digelar, mulai dari azan, sambung ayat Al-Qur’an, cerdas cermat Islami, drama Islami, hingga mural Islami di area masjid sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai religius secara kontekstual dan menyenangkan.

Kepala SMA Negeri 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum, M.Pd., menegaskan bahwa pelibatan seluruh siswa dalam kegiatan Isra Mikraj hari Kamis, (15/1/2026), merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan karakter. Menurutnya, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah peningkatan keimanan dan ketakwaan siswa, sebagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj.

Seorang peserta lomba azan dari SMA Negeri 19 Surabaya melantunkan azan Subuh dengan penuh penghayatan saat peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai keimanan dan kedisiplinan beribadah kepada para pelajar.

Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi pelajar saat ini. Nilai kesabaran, ketabahan, kedisiplinan, serta ketaatan dalam beribadah menjadi pesan utama yang diinternalisasikan melalui setiap perlombaan. Lomba azan dan sambung ayat, misalnya, diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sholat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Koordinator kegiatan sekaligus Ketua Panitia, Nur Handayani, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Isra Mikraj menjadi momentum penguatan nilai sholat sebagai tiang agama. Lomba cerdas cermat Islami bahkan dikemas secara digital agar siswa tidak hanya siap secara rohani, tetapi juga intelektual. Sementara lomba drama dan mural Islami menjadi media dakwah kreatif sekaligus ruang ekspresi seni siswa.

Menariknya, konsep lomba yang melibatkan supporter dari tiap kelas turut memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Siswa yang tidak menjadi peserta lomba tetap dilibatkan secara aktif, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap kegiatan sekolah.

Peringatan Isra Mikraj ini juga menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di SMA Negeri 19 Surabaya, sekaligus pengantar menuju agenda keagamaan berikutnya seperti Pondok Ramadan, zakat, dan kegiatan sosial bersama anak yatim.

Penampilan drama Islami oleh siswa SMA Negeri 19 Surabaya yang mengangkat nilai-nilai keteladanan dan akhlak mulia, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW untuk memperkuat karakter religius pelajar.

Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkelanjutan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan SMA Negeri 19 Surabaya menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.

Melalui peringatan Isra Mikraj, sekolah ini menegaskan komitmennya mencetak pelajar beriman, bertakwa, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry