Dua siswi SD Khadijah Pandegiling Surabaya menyiapkan bingkisan ramadan untuk tukang becak yang ada di sekitar sekolah, Kamis (31/3/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Tradisi ‘megengan’ selalu dilakukan saat menjelang bulan ramadan. Ada banyak cara dilakukan untuk meramaikan tradisi ini.

SD Khadijah Pandegiling, juga menggelar acara megengan ini. Sejak pandemi, sekolah yang berada di bawah Yayasan Khadijah ini menggelar acara megengan dengan cara berbeda. Mereka membagi-bagikan sembako khususnya bagi para pengayuh becak di sekitar sekolah.

Kepala SD Khadijah Pandegiling, Suhadi mengatakan pembagian sembako ini dilakukan karena selama pandemi, banyak masyarakat yang kesusahan. “Mereka membutuhkan itu. Apalagi menjelang ramadan. Setidaknya untuk sahur dan buka puasa pertama, mereka tidak bingung mencarinya,” ujar Suhadi.

Untuk acara ini, Suhadi mengaku melibatkan komite sekolah. Karena meminta donasi dari para orang tua. “Jadi kami lakukan bersama-sama,” tambahnya.

Sembako yang diberikan pada pengayuh becak ini berupa beras, minyak goreng, gula, teh hingga mie instan. “Ini pasti bermanfaat apalagi minyak dan gula sangat mahal harganya,” tandasnya.

Untuk paket sembako ini, ada 100 paket yang disiapkan. Nantinya, selain di depan sekolah, paket akan diberikan para guru pada pengayuh becak dengan cara berkeliling kota Surabaya. “Kami mencari pengayuh becak bukan yang becak motor. Sehingga perlu berkeliling kota,” jelas Suhadi.

Najwa, siswa kelas 5 mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Karena berbagi dengan orang tidak mampu bisa memberikan pahala. “Senang banget, bisa bantu-bbantu,” ujar Najwa.

Sebelum bagi–bagi paket sembako, seluruh guru dan komite sekolah melakukan doa bersama dan mengirimkan doa untuk para ahli kubur dari seluruh orang tua siswa. “Ada 400 nama yang terdaftar dan kami sebutkan satu persatu namanya,” tandas Suhadi. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry