Pintu masuk GOR Gelora Delta Sidoarjo yang dipasang elektronik oleh PT ISS salah satu titik parkir  untuk mengelola retribusinya. (daryanto/duta.co)

SIDOARJO | duta.co – Awalnya manis, hubungan PT Indonesia Sarana Service (ISS)-KSO pemenang lelang pengelolaan parkir dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pemenang lelang parkir dengan target Rp 32,5 miliar setahun itu kini meradang. Pasca diputus hubungan kontrak kerjasama oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo 2 Januari 2023.

Manisnya hubungan PT ISS dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan jajaran Pimpinan Pemkab Sidoarjo yang dipimpin Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor menetapkan PT ISS sebagai pemenang lelang pengelolaan parkir sanggup setor PAD (Pandapatan Asli Daerah) sebesar Rp 32,5 miliar per tahun. PT ISS pun berani setor PAD sebesar itu kemungkinan kajian Dishub yang bekerjasama dengan Konsultan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang sangat menggiurkan dengan 359 titik parkir yang berpotensi menghasilkan pundi-pundi uang.

Sehingga MoU (Memories Of Understanding) kontrak kerjasama pengelolaan parkir di lakukan  di Hotel Luminor salah satu hotel mewah di Sidoarjo April 2022 silam. Seiring berjalannya waktu,  pengelolaan parkir pun ada kendala. PT ISS KSO dituding tidak mampu setor penarikan uang restribusi ke Kasda setiap bulannya. Sehingga tidak memenuhi target kesepakatan. Dari pihak Dishub dituding bermasalah dalam menentukan ada 359 titik parkir.

Dalam kajian 359 titik parkir proses adendum (perjanjian baru), dilakukan Dishub yang bekerjasama dengan Konsultan Unibraw menghasilkan 87 titik parkir yang berpotensi. Namun justru titik parkir alun-alun Sidoarjo dicoret dari perjanjian kontrak dengan PT ISS KSO.

Dalam evaluasi sebelumnya, pengelolaan parkir yang dipihak ketigakan. Di era beberapa tahun silam, H. Unggul Prabawa (Pengurus Gapensi/Mantan Anggota Dewan Fraksi Golkar) dan H. Hadi Putranto (Ketua Aspekindo) pernah menang lelang parkir sebagai pihak ketiga. Kedua rekanan parkir ini dahulu mengelola parkir di seluruh Sidoarjo dan termasuk parkir di area pasar-pasar tradisional di seluruh Sidoarjo.

Potensi parkir dikawasan pasar-pasar di seluruh Sidoarjo seharusnya di masukkan. Potensi parkir pasar ini besar potensi uang yang bergulir. Mencermati hal ini, PT ISS KSO ini tergolong perdana dalam hal berbisnis perparkiran. Sedangkan era kepemimpinan Bupati Gus Muhdlor. Para pejabatnya juga baru pertama kali dalam pola pengelolaan parkir dipihak ketigakan.

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman, M.Kes saat selaku pimpinan dewan yang terlibat mediasi bersama Bidang DATUN Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Sekaligus melibatkan Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Achmad Muhdlor. Usman mengaku sudah maksimal menjadi mediasi atau penengah konflik antara PT ISS dengan Keputusan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor melalui pemutusan hubungan kerjasama pengelolaan parkir Dishub dengan PT ISS.

“Saya sudah maksimal untuk mediasi. Namun, kami sebatas mediasi. Soal keputusan ditangan eksekutif. Dalam hal ini Gus Bupati Muhdlor selaku penggangungjawab pelaksana perjanjian kerjasama Dishub OPD nya,”ungkap H. Usman dikonfirmasi Wartawan Harian Duta diruangannya.

Sementara itu Direktur Operasional PT ISS-KSO, Dian Sutjipto dikonfirmasi wartawan Duta Masyarakat mengatakan pasca diputus kontrak oleh Pemkab kerjasama pengelolaan parkir dan dimediasi satu kali sama Kejaksaan dan Pimpinan dewan. Upaya pimpinan dewan dan kejaksaan mediasi gagal. Karena Pemkab tetap bersikukuh dengan surat pemutusan kontrak kerjasama pengelolaan parkir dengan PT ISS pada 2 Januari 2023 lalu.

Pihaknya masih melihat perkembangan terkini sambil menyiapkan materi-materi dan history kerjasama sebagai bahan gugatan. ” InsyaAllah kita akan melakukan hal tersebut Pak Dar (menggugat Pemkab),”tegas Dian Sutjipto kepada wartawan Harian Duta Masyarakat.

Berapa kali kejaksaan dan pimpinan dewan melakukan mediasi? “Satu kali tapi sangat jelas upaya mediasi tersebut dalam peran kejaksaan dan dewan menyelamatkan layanan publik kepada masyarakat di sektor perparkiran termasuk menyelamatkan potensi PAD nya,”beber Dian Sutjipto.

Lebih serius, Dian Sutjipto menambahkan, “Tapi entah ada kepentingan apa atau menutupi apa pihak eksekutif pemkab masih tak bergeming. Padahal tahun ini tidak ada anggaran pemkab dalam mengelola perparkiran sehingga terkesan ada niat pembiaran oleh pemkab, baik layanan ataupun potensi PADnya,”ungkap Dian Sutjipto lagi.

Yang lebih menarik lagi, dari 359 titik parkir dan menyusut menjadi 87 titik. Yang dikelola lahan parkir pasar di seluruh Sidoarjo tidak masuk dalam perjanjian. Malah parkir pasar dikelola oleh Unit-Unit Pasar atau Pemkab sendiri? Termasuk dicoretnya titik parkir alun-alun?

“Kalau ngendikan meniko (berbicara seperti itu) semrawut Pak. Dishub dalam kerjasama ini ternyata tidak menguasi secara baik lokasinya. Banyak yang potensi malah dicoret dari daftar objek dan isu mencoret objek tersebut diarahkan kepada kami,”jelas Dian Sutjipto dari PT ISS dibeberkan secara detail. (dar)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry