
YOGYAKARTA | duta.co – Medco Energi Madura Offshore PtY Ltd terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. Salah satunya di Gili Genting, sebagai salah satu daerah ring satu dari wilayah kerja Medco.
Salah satu kemandirian ekonomi yang dilakukan Medco dengan memberikan pelatihan dan pendampingan produk olahan dari potensi bahan baku yang ada di kepulauan itu sehingga menjadi produk yang bernilai tambah.
Manager Field Relation and Community Enhancement Medco, Hartono mengatakan program pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini telah berjalan sejak 2013. Khusus di Gili Genting, fokus pemberdayaan diarahkan pada optimalisasi bahan baku lokal untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
Beberapa produk unggulan hasil inovasi kelompok ibu-ibu di Gili Genting antara lain olahan gula aren, gula siwalan, kerupuk, hingga ikan krispi.
“Semua produk ini memang bahan bakunya dari lokal untuk memperkecil ongkos produksi. Kami mencoba membantu menemukan value added atau nilai tambah, seperti pisang yang diolah menjadi keripik agar nilai jualnya jauh lebih tinggi,” ujar Hartono saat ditemui di sela Lokakarya Media SKK Migas – KKKS Jabanusa di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Terkait strategi pemasaran, Hartono menjelaskan bahwa saat ini produk dari Gili Genting lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan sektor pariwisata pulau.
Langkah ini diambil guna menghindari tingginya biaya transportasi jika harus bersaing di luar pulau. Untuk mendukung pemasaran, Medco juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian setempat.
Melalui tahapan pelatihan manajemen bisnis dan teknis produksi, sebagian besar pelaku UKM pembinaan kini telah mencapai tahap mandiri. Salah satunya adalah kelompok usaha gula aren dan gula siwalan yang pembinaannya dimulai sejak 2020 dan kini sudah mampu berjalan secara independen.
Perempuan Berdaya
Salah satu yang merasakan dampak besar dari kehadiran Medco di Sumenep adalah usaha mikro kecil menengah (UMKM) Two Brothers. UMKM ini dengan memberdayakan para perempuan di Gili Genting berhasil membuat dan memproduksi enam jenis makanan ringan.
Seperti keripik pisang, ikan krispi, polipop, hingga gula aren.

Siti Hajar, Ketua Kelompok UMKM Two Brothers sejak tiga tahun terakhir diberi pelatihan dan pendampingan oleh Medco. Mereka mengolah hasil alam yang ada di pulau itu. Seperti ikan, pisang dan aren.
“Setiap hari kami memproduksi. Seperti kerupuk ikan, setiap hari sepuluh kilogram kita memproduksinya setiap hari. Kita olah, keringkan dan kita simpan. Sewaktu-waktu bahan baku ikan itu berkurang, kita masih punya stok kerupuk,” jelasnya.
Untuk urusan pemasaran, produk olahan Two Brothers saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di tingkat kabupaten. Penjualan dilakukan dengan memanfaat jaringan pendampingan serta kemitraan, salah satunya dengan menitipkan produk di kantor MedcoEnergi di kabupaten untuk memudahkan jangkauan konsumen di area daratan.
Dari hasil usahanya, Paguyuban Gili Genting mampu mengantongi omset hingga lebih dari Rp5 juta per bulan, dengan keuntungan bersih berkisar di angka Rp3 juta per bulan. lis



































