SEMARANG | duta.co – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang ada di masyarakat adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki peran vital dalam memberikan dasar keagamaan bagi masyarakat. Namun ironisnya, kerap kurang mendapat pandangan yang istimewa, bahkan seorang santri sekalipun kadang kurang menganggapnya.

“Jangan menyelepekan pengajar TPQ, ini pondasi mengantar anak untuk bisa nyantri,” kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Durrotu Ahlissunnah Wal-Jama’ah atau Durrotu Aswaja (PPDA), Kiai Agus Ramadhan.

Kiai Agus mengingatkan hal itu saat membuka acara pelatihan cara baca tulis dan menghafal Al-Qur’an Metode Yanbu’a angkatan keempat di pesantrennya, PPDA Desa Banaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Jawa Tengah, Minggu (21/11/2021) pagi.

Menurutnya, guru atau pengajar TPQ memiliki sebuah nilai poin yang luar biasa. Karena banyak sekali mahasiswa yang menjadi santri ketika kuliah masih belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Karena banyak santri (mahasiswa) yang masih belum jelas baca Al-Qur’annya. Makanya kita mengadakan pelatihan Yanbu’a setiap tahun. Mudah-mudahan pelatihan ini terus berjalan tiap tahun ila yaumil qiyamah (sampai hari kiamat)” tuturnya.

Paling Agung

Dalam kesempatan itu, Kiai Agus bahkan mengungkapkan kisah teladan KH Hasyim Asy’ari menangis dan mengaku iri saat mengetahui KH Salam Kajen yang masih bisa meluangkan waktu untuk mengajar anak kecil mengaji Al-Qur’an, “Ojo sampe santri wes ngaji kitab gedhi-gedhi terus gengsi mulang TPQ terus ning omah (Jangan sampai ada santri yang sudah mengaji kitab kuning yang tingkat tinggi kemudian di rumah gengsi untuk mengajar TPQ),” tandasnya.

Penting diketahui, syahadah (sertifikat) pelatihan Metode Yanbu’a merupakan salah satu syarat untuk lulus dari Ponpes Durrotu Aswaja. Praktiknya, pelatihan ini tetap menerima peserta dari luar santri Durrotu Aswaja. Pelatihan menghadirkan tutor Pengasuh Ponpes Yanbu’ul Qur’an KH Ulil Albab Arwani, AH dan Gus Ahmad Nasih Saiq Machin, AH atau Gus Nasih.

“Mau diajarkan dengan lagu juga boleh, asal jangan sampai lagu mengorbankan aturan membaca yang tertib,” kata Gus Nasih.

Sementara, KH Ulil Albab Arwani, AH menjelaskan beberapa keutamaan Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW. Dia pun mengingatkan etikan membaca Al-Qur’an, siapa yang menghormati Al-Qur’an wajib menghormati Allah.

“Al-Qur’an paling agung, maka orang yang paling cerdas pasti memilih Al-Qur’an. Kalau kita cerdas, Al-Qur’an harus kita utamakan,” tuturnya. (rif)

Keterangan foto:
1. Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Ramadhan saat memberikan sambutan pembukaan Pelatihan Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an Metode Yanbu’a (rif)
2. Pengasuh Ponpes Yanbu’ul Qur’an KH Ulil Albab Arwani, AH, Gus Ahmad Nasih Saiq Machin, AH berfoto bersama pengasuh dan pengurus Ponpes Durrotu Aswaja. (rif)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry