Kapolsek kembangbahu AKP M Andi Lilik dan jajarannya, saat menemukan mayat tanpa identitas di hutan Kali Lunyu Moronyamplung. (DUTA.CO/Ardy)

LAMONGAN | duta.co – Penemuan mayat tanpa identitas di hutan Kali Lunyu Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan Selasa (26/03/2019) kemarin, yang sempat menggegerkan warga sekitar hutan, akhirnya mulai terkuak.

Kasat Rekrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, mayat tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki setelah diotopsi oleh dokter forensik di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

“Diduga mayat tersebut meninggal karena tenggelam. Diperkirakan umur sekitar 60 tahun dan punya riwayat penyakit jantung,” ujar AKP Wahyu Norman Hidayat, Kamis (28/03/2019).

Norman menjelaskan, hingga saat ini belum ada warga atau pun pihak keluarga yang mengambil mayat tersebut.

“Kondisi mayat sekarang ada di RSUD Dr Soegiri Lamongan, disimpan dalam lemari pendingin. Kalau sampai tujuh hari tidak ada pihak keluarga yang mengklaim, berarti kita kuburkan dengan identitas Mr X,” ucapnya.

Mayat tersebut, kata Norman, tinggi badannya sekitar 158 cm, gigi bagian atas ompong dan bagian bawah sisa satu.

“Bagi warga yang merasa kehilangan keluarganya dengan ciri-ciri di atas, silakan langsung menghubungi kepada pihak rumah sakit yang bersangkutan untuk segera mengambil mayat tersebut. Kemudian untuk dilakukan pemakaman yang selayaknya oleh pihak keluarganya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat tersebut ditemukan di hutan Kali Lunyu, Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, oleh warga ketika hendak ke hutan. Jasad korban sudah tidak bisa dikenali lantaran sudah melepuh, rambut rontok dan bagian tangan juga hancur.

Warga kemudian melaporkan penemuan jasad tersebut ke Polsek kembangbahu, yang dibantu oleh Tim Inavis dari Polres Lamongan.

Kapolsek Kembangbahu, AKP M Andi Lilik pada saat di lokasi penemuan mayat mengatakan bahwa mayat sudah hancur, sehingga tidak diketahui jenis kelamin mayat. Kondisinya, kata Andi, sudah protol (lepas) semua. Pihaknya belum berani memastikan penyebab kematian korban sebab masih harus dilakukan identifikasi.

“Jadi belum tahu apakah karena dibunuh, korban tenggelam atau orang gila. Korban juga belum diketahui warga mana, karena tidak ditemukan identitas apapun di tubuh korban. Sekarang masih dalam penanganan Inavis oleh Polres Lamongan,” ungkapnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.