JAKARTA | duta.co – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf memberikan arahan kepada pejabat publik PKS di Silaturahmi Nasional Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah serta Pimpinan DPRD Provinsi dari PKS se-Indonesia di Jakarta, Selasa, (16/9).

Dalam arahannya, Almuzzammil menyampaikan apresiasi kepada Badan Pembinaan Pejabat Publik atas terselenggaranya forum strategis ini. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting jelang Musyawarah Nasional (Munas) PKS untuk mengokohkan kerja strategis partai di hadapan pejabat publik.

Pejabat publik, lanjut Almuzzammil, menjadi etalase partai di tengah masyarakat sehingga harus mengedepankan keteladanan dan kesederhanaan. “Tidak ada tempatnya pejabat publik itu pamer,” ujarnya.

Seakan sambung-menyambung jadi satu. Sebelumnya, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan parkir timur Kantor DPTP PKS, Ahad (14/9/2025) yang dihadiri ribuan jamaah, menghadirkan dua penceramah utama, yakni Habib Nabiel Al Musawa, pimpinan Majelis Rasulullah SAW, serta KH. Abdul Hakim Mahfudz, cicit Hadratus Syaikh Hasyim Asyari, notabene Ketua PWNU Jawa Timur, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Presiden PKS menekankan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan moral dan etika di tengah meningkatnya ketidakpercayaan rakyat.

“Di tengah meningkatnya ketidakpercayaan rakyat akibat gaya hidup mewah, praktik korupsi, penyalahgunaan fasilitas negara, dan perilaku tidak etis serta arogan dari sebagian pejabat, keteladanan Nabi Muhammad Saw. menjadi cermin moral dan etis yang sangat penting untuk diteladani, baik bagi pejabat di legislatif maupun eksekutif, terlebih pesan ini disampaikan khusus bagi para Pejabat Publik PKS,” demikian pesan penting Almuzzammil.

Ia menegaskan bahwa Rasulullah mendirikan Baitul Mal (perbendaharaan negara) untuk memastikan distribusi kekayaan secara adil kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, serta mengelola dana negara dengan transparan demi kemaslahatan umum.

“Nabi melarang riba, penimbunan (ihtikar), kecurangan timbangan, dan monopoli pasar. Ini untuk mencegah kekayaan hanya berputar di kalangan tertentu dan memastikan sirkulasi ekonomi yang sehat,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut sangat relevan untuk menghadapi tantangan besar bangsa saat ini, mulai dari korupsi sistemik, ketimpangan ekonomi, hingga budaya yang ia sebut sebagai “serakahnomics” ekonomi yang dikendalikan oleh kerakusan segelintir elite.

Masih di acara Silaturahmi Nasional Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah serta Pimpinan DPRD Provinsi dari PKS se-Indonesia di Jakarta , Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan agenda kaderisasi dan pelayanan publik yang menjadi ujung tombak pemenangan pemilu.

Pada kegiatan ini, hadir pula Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, Ketua Fraksi PKS DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid, dan Bendahara Umum PKS Noerhadi.

Ingat Ekspektasi Publik Sangat Tinggi

 

Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan bahwa amanah yang diemban adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan pengabdian.

“Alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan kepada Bapak Ibu semua menjadi pejabat publik di daerah masing-masing. Ini amanah yang sangat berat, karena publik menaruh harapan besar kepada PKS,” ungkap Sohibul Iman.

Menurutnya ekspektasi publik terhadap pejabat publik PKS sangat tinggi. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kinerja nyata yang menghadirkan kemaslahatan.

Di akhir pesannya, Sohibul Iman mengajak seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD dari PKS untuk tampil terdepan dalam mewujudkan cita-cita nasional yang diwariskan founding fathers bangsa Indonesia.

“Tunjukkan kinerja terbaik demi umat dan bangsa. Saya berharap Bapak Ibu semua menjadi orang-orang yang terdepan dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia seperti dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945 alinea keempat,” tutupnya. (pks.id)