Rektor Unair memeriksakan kondisi kulitnya di stan FK Unair didampingi Dekan FK Prof Budi Santoso (kanan) di ajang Airlangga Education Expo 2022, Jumat (18/2/2022). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) di Universitas Airlangga (Unair) diburu lulusan SMA sederajad di seluruh Indonesia.

Namun persaingan sangatlah ketat karena daya tampung yang sangat kecil, bahkan sesuai aturan jalur tanpa tes ini hanya 20 persen dari kuota jumlah mahasiswa baru Unair 2022 ini.

Sebelum mendaftar, siswa dan sekolah harus mengenal dulu indeks dan posisi masing-masing, sehingga kemungkinan besar bisa diterima di jalur ini.

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengatakan Unair untuk jalur ini pertama akan memilihnya sesuai dua kriteria.

“Indeks sekolahnya dan posisi siswa itu di sekolah. Di luar itu tidak ada indikator lain. dan yang utama lagi harus memilih Unair di pilihan pertama,” kata Prof Nasih saat berbicara di depan siswa SMA sederjad di ajang Airlangga Education Expo 2020, Jumat (18/2/2022).

Prof Nasih menyontohkan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB). Untuk SNMPTN, FEB akan mengurutkan indeks sekolah. Misal yang akan diterima di FEB dari rangking satu sekolah 500 terbaik.

Ketika diurutkan ternyata hanya mendapatkan beberapa saja, maka akan diurutkan lagi yang rangking dua dari 250 sekolah terbaik. Begitu seterusnya sampe didapat jumlah yang memenuhi. “Sehingga benar-benar sekolah itu meletakkan siswanya sesuai dengan posisinya,” jelasnya.

Selain itu, Prof Nasih mengingatkan untuk yang ingin masuk Fakultas Kedokteran (FK) haruslah siswa dari sekolah terbaik dan memiliki posisi terbaik.

“FK hanya menerima siswa rangking satu di sekolah yang indeksnya bagus. Tapi masih banyak jalan untuk bisa masuk FK karena kita punya jalur lain untuk bisa menerima mahasiswa di FK salah satunya jalur double degree,” jelasnya.

Jalur double degree ini adalah jalur baru untuk penerimaan mahasiswa baru FK Unair. Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso mengatakan di program ini FK bekerjasama dengan Faculty of Medicine Melbourne Australia.

Karenanya FK akan menyeleksi siswa yang benar-benar memiliki kemampuan khusus. “Selain akademik bagus, kemampuan bahasa Inggris juga bagus. Dan yang penting adalah orang tua memiliki kemampuan financial karena selama di Melbourne, butuh biaya pendidikan sebesar Rp 580 juta ditambah dengan biaya hidup selama di sana,” jelas Prof Budi Santoso.

Nantinya mahasiswa yang memilih program ini akan belajar di FK Unair selama lima semester. Lalu dilanjut di Melbourne selama satu tahun. “Kita akan seleksi dari awal siapa yang memiliki kualifikasi. Kita target antara 10 sampai 20 mahasiswa,” tukasnya.

AEE 2022 ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu(20/2/2022) yang diikuti semua fakultas yang ada di Unair. Unair mengundang pelajar SMA sederajad di sekitar secara bergilir untuk mematuhi protokol kesehatan mengingat Surabaya berada di PPKM level 3. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry