
SURABAYA | duta.co – Semangat Hari Sumpah Pemuda ke-97 diwujudkan MTsN 1 Kota Surabaya melalui pameran kreativitas dan prestasi peserta didik. Bertajuk Matsanesa Kreatif Expo dan Edu Fair, kegiatan yang digelar pada 28 Oktober 2026 ini menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai potensi siswa, mulai dari bidang akademik, seni, literasi, hingga teknologi.
Kepala MTsN 1 Kota Surabaya, Dra. Asmiati, S.Pd., M.Pd., mengatakan pameran tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan program unggulan madrasah kepada masyarakat.
“Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, kami menyelenggarakan Matsanesa Kreatif Expo dan Edu Fair. Kegiatan ini untuk mengeksplorasi prestasi peserta didik, menampilkan hasil karya mereka, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat program-program unggulan MTsN 1 Kota Surabaya,” ujar Asmiati.

Ia mengapresiasi antusiasme para siswa yang mampu menampilkan beragam karya dan pencapaian. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat dan kemampuan siswa di berbagai bidang.
Dalam pameran tersebut, sejumlah program unggulan ditampilkan, di antaranya kelas olimpiade, kelas cerdas istimewa, kegiatan olahraga, Pendidikan Agama Islam (PAI), serta kelas praktis yang mendukung pengembangan keterampilan peserta didik.
Pada bidang lingkungan, MTsN 1 Kota Surabaya juga menampilkan program Adiwiyata yang telah meraih prestasi tingkat provinsi. Madrasah tersebut menargetkan untuk melanjutkan capaian tersebut ke tingkat nasional pada tahun mendatang.
Prestasi lainnya terlihat dari bidang literasi. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, siswa berhasil menghasilkan sekitar 30 buku, sementara para guru menerbitkan tujuh buku. Capaian tersebut turut mengantarkan madrasah mendapatkan pengakuan sebagai Sekolah Imbas Literasi dari Ikatan Guru Inovasi Nasional dan Madrasah Aktif Literasi Nasional dari komunitas terkait.
“Di samping prestasi akademik, ada olahraga, PAI, kelas praktis, dan Adiwiyata. Di bidang literasi juga sudah membuahkan sekitar 30 buku karya anak-anak dan tujuh buku karya guru dalam dua bulan,” jelasnya.
Asmiati menilai peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan semangat persatuan, kreativitas, dan prestasi kepada generasi muda. Jika para pemuda pada 1928 berjuang memperkuat persatuan bangsa, siswa masa kini diharapkan mampu meneruskan semangat tersebut melalui karya nyata.
“Karena Hari Sumpah Pemuda, kami ingin menunjukkan karya para pemuda, yaitu murid-murid kami. Ternyata anak-anak ini juga bisa mengikuti jejak pemuda 97 tahun yang lalu, yang penuh semangat mempersatukan bangsa. Sekarang, semangat itu diwujudkan dengan berkarya dan berprestasi,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, yang meresmikan kegiatan tersebut. Ia mengaku terkesan melihat kemampuan siswa MTsN 1 Surabaya dalam mengembangkan kreativitas, khususnya pada bidang sains dan teknologi.
Menurut Muslim, sejumlah hasil karya yang dipamerkan menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran agama. Salah satunya terlihat di ruang riset dan sains, tempat siswa memperkenalkan berbagai hasil inovasi, termasuk model traktor dan karya teknologi lainnya.
“Sesuatu yang luar biasa. Saya tidak membayangkan sebelumnya anak-anak MTsN saat ini kreatifnya luar biasa. Tadi kita lihat di ruang pertama, ruang riset dan sains, anak-anak sudah bisa membuat traktor dan macam-macam. Ternyata mereka sudah mampu menghasilkan karya yang canggih,” ungkap Muslim.
Ia juga menyoroti pembelajaran ilmu sosial yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan transaksi ekonomi syariah secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di bidang keagamaan, program Tahfidzul Quran turut menunjukkan hasil positif. Sejumlah siswa telah menghafal lima hingga sepuluh juz Al-Qur’an. Menurut Muslim, capaian tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, termasuk melalui jalur prestasi.
“Anak-anak kita ini luar biasa, tidak hanya pintar dalam ilmu agama, tetapi juga di bidang sains. Anak-anak MTsN sudah banyak yang meraih juara tingkat nasional. Yang tahfidz ini sudah hafal lima juz, sepuluh juz, nanti akan mendapat karpet merah dari Madrasah Aliyah atau SMA,” ujarnya.
Muslim berharap potensi dan prestasi yang dimiliki para siswa terus dikembangkan melalui dukungan madrasah, guru, dan lingkungan pendidikan. Ia menilai pameran semacam ini penting untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam menunjukkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Saya senang dan bangga dengan prestasi anak-anak ini. Potensinya sangat luar biasa,” pungkasnya. (gal)






































