
JAKARTA | duta.co – Jakarta makin panas. Rakyat kian tak percaya pada penguasa. Semakin hari, justru semakin tampak matinya nurani mereka. Kondisi hari ini, Ibukota makin mencekam. Ribuan pendemo turun aksi, menuntut rangkaian protes yang mereka suarakan.
“Saya melihat sikap Istana kurang perhatian. Istana (Presiden) tidak cukup hanya minta maaf,” demikian disampaikan Paijo Parikesit kepada duta.co, Sabtu (30/8/25) dini hari.
Dalam kondisi mencekam begini, tegasnya, pemerintah harus segera bertindak. “Untuk mengatasi kondisi negara yang sedang chaos, saya mendesak Presiden Prabowo Subianto bertindak cepat dan tegas. Sudah lebih dari 24 jam bangsa ini diguncang kekacauan, dan pemerintah hingga kini gagal menunjukkan empati maupun arah kepemimpinan yang jelas,” tambahnya.
Presiden, lanjutnya, harus segera mengambil alih kendali keamanan nasional, bahkan bila perlu menyatakan keadaan darurat demi menyelamatkan bangsa. “Kita minta presiden segera melakukan reshuffle kabinet—singkirkan menteri-menteri yang gagal, yang hanya melahirkan kebijakan blunder. Ini sumbernya dari kabinet,” urainya,
“Dan lebih dari itu, kita meminta pertanggungjawaban kepada seseorang yang selama ini merasa sok kuasa, yang mengintervensi kebijakan negara tanpa kapasitas, sehingga membuat rakyat kian marah dan situasi Jakarta semakin memburuk,” lanjutnya.
Menurut P Parikesit, jika langkah-langkah ini tidak segera dilakukan, maka dirinya khawatir seluruh rakyat Indonesia akan mengambil keputusan tegas, reshuffle presiden dengan hukum rakyat. “Jangan anggap enteng tuntutan mereka. Ini (demo) semakin bringas. Mengapa? Karena mati sudah nurani penguasa,” pungkasnya. (mky)






































