Foto jakartasatu.com

SURABAYA | duta.co – Belum jelas, siapa yang berkepentingan? Yang jelas, ada pertemuan Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 di rumah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Akun instagram @Sespimmen65 sempat mengunggah video saat pihaknya bertemu dengan Jokowi di Solo.

Karuan, pertemuan itu menimbulkan banyak tanya? Apa urgensinya? Karena Presiden RI sekarang  Prabowo Subianto?  “Ini bukti Jokowi memang masih punya jaringan ke birokrasi dan kekuasaan, meskipun secara resmi yang berkuasa adalah Prabowo,” demikain disampaikan peneliti media dan politik Asia Tenggara Buni Yani kepada jakartasatu.com, Ahad (20/4/2025).

Tetapi, diakui, bahwa, pengaruh Jokowi sudah tidak seperti dulu lagi. Begitu pula agendanya, apa? Tetapi pertemuan itu jelas menimbulkan tanda tanya publik. “Cengkeraman Jokowi masih ada meskipun tentu tidak sekuat dulu lagi. Jadi kecurigaan adanya matahari kembar, memang itu benar adanya,” imbuhnya.

Menurut Buni Yani, Jokowi menciptakan gerhana sehingga cahaya atau pengaruh Prabowo menjadi kecil. Jokowi menciptakan pencitraan seolah dia masih kuat, seolah dia masih berkuasa, dan punya cengkeraman di kekuasaan. Tapi itu tidak besar.

“Prabowo jangan takut. Model-model pencitraan seperti ini kan itu yang dilakukan oleh Jokowi selama 10 tahun. Prabowo jangan gentar. Prabowo bisa secara pelan mengikis pengaruh Jokowi dengan memecat dan mengganti orang-orang Jokowi. Dengan memotong rantai komando Jokowi ke kekuasaan,” tegas Buni Yani.

Diketahui, Patun Pokjar II Serdik Sespimmen Dikreg ke-65, Kombes Denny membenarkan pihaknya mengunjungi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada Kamis (17/4/2025).

Di dalam rombongan peserta terdapat Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah bersama peserta lain yang menempuh pendidikan Serdik Sespimmen Dikreg ke-65. Kombes Denny mengatakan, pertemuan merupakan bentuk silaturahmi peserta didik dengan Jokowi.

“Bersilaturahmi dengan bapak Jokowi sekalian meminta masukan untuk perkembangan ke depannya,” kata Kombes Denny, dalam keterangannya, setelah pertemuan, Sabtu.

Dia berkata, perkembangan ke depan berkaitan kepemimpinan agar bisa menghadapi tantangan global pada era digital, kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (AI) serta robotic.

Denny menambahkan arahan Jokowi, mengharapkan sinergitas antara Polri dan TNI ditingkatkan. “Intinya beliau (berpesan) untuk menjadi anggota pori dan TNI yang lebih baik ke depan. Dan bisa dicintai oleh masyarakat dan menjadi panutan untuk masyarakat,” lanjutnya.

Sejumlah sumber duta.co di Jakarta mengkhawatirkan terjadinya kegaduhan. Karena itu, ia minta agar media berhati-hati memberikan isu tersebut. “Semoga tidak menjadi kegaduhan nasional. Negeri ini butuh kekompakan, bukan tokoh yang berebut pengaruh,” tegasnya.  (mky,yoss jakartasatu.com)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry