
Dosen PPG dan Dekan FKIP
HAMPIR seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta ada matakuliah kewirausahaan, walaupun fakultas tersebut bukan fakultas ekonomi atau sejenisnya. Mungkin orang awam bertanya-tanya, apa manfaatnya dan apa gunanya mahasiswa di luar fakultas ekonomi di ajarkan atau dikenalkan dengan matakuliah kewirausahaan tersebut?
Mari kita lihat apa saja dampak dan manfaat dengan adanya matakuliah kewirausahaan tersebut.
Matakuliah kewirausaahaan sangat banyak keunggulannya terutama dalam bentuk pembentukkan soft skill selain keterampilan berbisnis, selain itu untuk kerja mandiri sehari-hari. Mengajarkan berinovasi dan berkreatif, mahasiswa belajar menciptakan produk baru.
Misalnya makanan sehat berbahan lokal atau aplikasi sederhana yang dibutuhkan masyarakat umum. Apabila bekerja di suatu perusahaan dirinya menjadi karyawan yang mampu melahirkan ide-ide baru atau bila menjadi pimpinan mampu memberikan ide-ide baru yang segar dan memiliki solusi bagi perusahaannya.
Apabila di luar perusahaan maka memiliki usaha kecil-kecilan seperti jual hasil karya, misalnya menjual jasa cuci sepatu yang banyak dikerjakan anak remaja sekarang. Atau jualan online atau coffee corner di kampusnya sendiri.
Mata kuliah kewirausahaan diharapkan membentuk seseorang mahasiswa menyeimbangkan antara kuliah, bisnis dengan kegiatan lain. Selain itu mata kuliah ini membentuk jiwa kepeminpinan sekaligus menciptakan manusia dapat berkolabarasi dengan kelompok secara lentur, sehingga diharapkan menjadi supervisor atau manager yang efektif dalam suatu perusahaan yang dipimpinnnya kelak.
Dalam berbisbis kegagalan pada usaha pertama menjadi pengalaman untuk mencoba lagi dengan startegi baru. Selain itu mereka akan dapat merasakan bahwa dalam berbisnis akan penuh tantangan dan perubahan yang dinamis dengan demikian akan menjadi manusia yang tahan banting dan akan terus beradaptasi dengan keadaan yang ada.
Sebagai seorang wirausaha akan menghadapi pelanggan yang bermacam-macam karakternya, dia harus memiliki kemampuan menyakinkan agar pelanggan tidak kabur karena pelayanan kurang baik.
Pada prinsipnya matakuliah kewirausahaan adalah berkaitan erat dengan hal berjualan, membuat produk baru, menjadikan dirinya seorang dan pemimpin, menciptakan ide inovasi yang baru.
Sebaiknya semua Perguruan Tingggi harus memiliki laboratorium kewirausahaan, karena di dalam matakuliah ini selalu ada kegiatan-kegiatan yang menghasilkan produk dan juga membentuk karakter wirausaha. Jika tidak demikian maka matakuliah kewirausahaan kurang lengkap dalam mengelola mata kuliah kewirausahaan bila tidak memiliki laboratorium.
Penulis menghubungi salah satu perguruan tinggi lain, ternyata juga tidak punya laboratorium tetapi bila perlu menggunakan mitra kerja tempat menghasilkan ide-ide atau menerapkan ide sacara riel atau simulasi usaha atau project based learning. Kalau memang ada dalam bentuk demikian hal ini masih terbatas dalam bentuk inkubator. Hal ini inkubator hanya dimiliki oleh perguruan tinggi dan besar, sedang yang menengah kecil hanya punya inkubator asal-asalan atau UKM seadanya.
Kita perlu ikuti beberapa riwayat yang sering disebut berbunyi kurang lebih demikian: “Berdagang itu adalah Sembilan (9) dari sepuluh (10) pintu reski”. Rasulullah Nabi Besar Muhammad SWA bersabda “Tidak seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari pada makan hasil kerja tangannya sendiri” (Hr. Bukhari), karena Nabi sendiri pernah berdagang begitu pula para sahabat. Oleh sebab itu kampus Unusa kampus Rahmatan lil Alamin harus memperkuat kewirausahaan dan perlunya adanya laboratorium kewirausahaan agar tercipta mahasiswa-mahasiswa berdagang serta dapat menciptakan produk variative yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Semoga. *








































