SIDOARJO | duta.co – Desa Tambakcemandi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai mengoptimalkan potensi wisatanya melalui serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk Pendampingan Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Public Speaking Menuju Desa Wisata Berbasis Digital.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan dan promosi pariwisata secara digital. Kegiatan dilaksanakan di Meeting Room Hotel Tilamas, Jl. Raya Bandara Juanda No.88, Walan, Sedati Agung, Kec. Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin 12 Mei 2025 lalu.

Kegiatan ini berfokus pada dua metode utama, yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok PKK, pelaku usaha, dan pemuda; serta Pelatihan Public Speaking yang ditujukan bagi generasi muda dan pelaku wisata lokal.
Tujuannya adalah merumuskan strategi pengembangan desa wisata berbasis digital dan meningkatkan keterampilan komunikasi masyarakat dalam mempromosikan potensi desa.

Dalam pelaksanaannya, peserta dari Karang Taruna Desa Tambakcemandi (12 orang) mengikuti pelatihan pembuatan video branding desa sebagai bagian dari Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH). Mereka diajari cara memproduksi konten visual yang menarik untuk promosi di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Sementara itu, melalui FGD, 13 orang perwakilan masyarakat dewasa berhasil menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan desa wisata digital untuk 5 tahun ke depan, termasuk analisis SWOT dan identifikasi potensi wisata yang paling menjanjikan.

Oni Dwi Arianto, ketua tim pengabdian, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya identitas dan narasi desa dalam promosi wisata.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, masyarakat mampu menjadi agen perubahan yang aktif mempromosikan desanya melalui teknologi digital, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghasilkan video branding Desa Tambakcemandi yang dibuat langsung oleh pemuda desa, sebagai langkah awal pembentukan tim promosi digital desa. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur internet dan perlunya peningkatan kapasitas public speaking yang lebih berkelanjutan.

Untuk itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan desa sangat diperlukan guna mendukung pengembangan wisata digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini didanai oleh Universitas Negeri Surabaya dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat di era digital. Ekp

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry