EKSKAVASI PERAHU: Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto saat ekskavasi perahu kuno, Rabu (6/11).  duta/ardhy

LAMONGAN | duta.co – Sejumlah benda kuno di duga peninggalan zaman Belanda ditemukan saat proses ekskavasi perahu kuno di Bengawan Solo Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Sejumlah benda-benda kuno seperti koin, peluru, dan kayu untuk landasan.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, perahu dimaksimalkan diangkat Rabu (6/11) kemarin. Temuan sementara terdapat tiga perahu membujur dari barat ke timur. Dua dari tiga perahu baja tersebut disambung menggunakan pengait baja. Sehingga panjangnya sekitar 7,6 meter.

Sementara ditemukan koin mata uang Hindia Belanda 1902 dan 1909, nilainya 2,5 sen. Sedangkan peluru yang ada masih melekat di teropong, sehingga dikategorikan aktif. “Kita coba angkat hari ini (kemarin, red) untuk melihat ukuran pastinya sebelum diserahkan ke pemkab setempat,” ujarnya, kemarin.

Kepala UPT Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Andi Muhammad Said menjelaskan, pemerintah pusat bersedia memfasilitasi pengangkatan. Sebab, daerah tidak ada anggaran. Setelah diangkat, nantinya perahu diberikan kepada Pemkab Lamongan dan diletakkan di museum setempat.

“Perahu yang dikategorikan jenis perahu perang. Namun, perahu tersebut bisa digunakan penumpang dan perdagangan. Perahu baja tersebut diindikasikan digunakan saat Perang Dunia I. Pengangkatan perahu bakal lebih memvalidkan data,” terangnya.

Andi menilai pembuangan air secara manual menggunakan diesel kurang efektif. Alasannya waktu yang diperlukan lebih lama. Dia akan berkomunikasi dengan pemkab untuk menggunakan alat berat supaya mudah untuk dalam menguliti tanah yang ada di perahu.

“Kalau secara manual memang bias, sepertinya akan memakan waktu lebih lama. Jadi kita akan mencoba akan menggunakan alat berat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Ismunawan menuturkan, untuk pembuangan air disiapkan dua mesin diesel, keduanya sudah beroprasi sejak hari Senin lalu.

Jika dibutuhkan alat berat untuk memudahkan, pihaknya bisa mengomunikasikan, sebab sebelumnya sudah ada pembahasan lintas OPD untuk meminjam alat berat. “Semoga proses ekskavasi berjalan dengan lancar tanpa kendala,” pungkasnya. ard

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry