Stok pupuk subsidi di Jatim man saat musim tanam April mendatang. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan. Ini dilakukan agar Jatim tetap sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Karena itu, memasuki musim tanam yang akan dilakukan pada April 2021 mendatang itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim melakukan langkah strategi. Salah satunya adalah percepatan olah tanah dan tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada.

“Juga dengan memperhatikan target tanam di masing-masing kabupaten dan kota,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim, Hadi Sulistyo, Senin (29/3/2021).

Saat ini kata Hadi, Kementerian Pertanian (Kementan) juga memberikan tambahan anggaran peningkatan ketersediaan pangan  yang akan digenjot pada Triwulan II (April-Juni). Progresnya, sedang dikoordinasikan dengan seluruh kabupaten/kota di Jatim. “Dengan alokasinya berdasar luas tanam masing-masing daerah,” tambah Hadi.

Masa tanam padi ini tidak lepas dari ketersediaan pupuk. Selama ini petani sangat bergantung pada pupuk subsidi. Untuk pupuk subsidi di 2021 ini,  tersedia dua jenis yakni pupuk granul sebanyak 2.287.214 ton dan pupuk cair 517.609 ton. “Untuk semua kab/kota sudah ada alokasi masing-masing. Stok pupuk bersubsidi granul Januari sampai dengan  Februari 2021 sebanyak  503.202 ton dan baru terserap 269.147 ton,” jelas Hadi.

Jumlah itu mencapai 53,49 per dari stok atau 11,76 persen dari alokasi.  Untuk sementara pupuk bersubsidi cair belum ada penyaluran karena stok belum tersedia di kios atau pengecer, karena menungggu pasokan dari produsen.

Sedangkan untuk penyerapan pupuk subsidi granul Januari dari stok 274.466 ton terserap 122.973 ton atau 44,80 persen. Dan Februari dari stok 228.736 ton terserap 146.174 ton atau 63,91 persen. “Sedangkan untuk Maret sampai hari ini laporan masih belum masuk,” tandas Hadi.

Sementara itu di Kota Surabaya,  dari data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)  dari lahan pertanian seluas 4.125,7 hektar, alokasi pupuk subsidi sebesar 1.246 ton. Dari jumlah itu terbagi dalam beberapa jenis yakni urea 728 ton, SP36 sebesar 112 ton, ZA 120 ton, NPK 236 ton dan organik granul 49 ton.

Ditambah pupuk organik cair sebesar 93 liter.  “Kalau kebutuhannya lebih dari itu, tapi kita manut pemerintah untuk alokasinya. Yang jelas, pupuk subsidi yang sudah dialokasikan itu kita akan serahkan ke petani,” tukas Kepala DKPP Kota Surabaya,  Yuniarto Herlambang. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry