SURABAYA – Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya memiliki pasar yang cukup besar bagi produk informasi teknologi (IT). Tidak mengherankan produsen antiviruspun fokus untuk menggarap pasar ini, karena Surabaya adalah pintu gerbang pasar Indonesia Timur.

Tak mengherankan, salah satu produsen antivirus ESET memasang target bisa merebut pasar hingga tiga puluh persen. Marketing Director PT Prosperita-ESET Indonesia, Chrissie Maryanto menyebut pertumbuhan demand yang tinggi pada sektor ritel dipicu penetrasi pengguna internet yang besar. Saat ini, pengguna internet di Indonesia mencapai 100 juta orang dan tahun depan diprediksi peningkatan bisa mencapai 40 persen.

“Karena itu, sektor ritel sangat menggairahkan. Selama ini, kami masih fokus di sektor bisnis. Seperti perbankan dan e-commerce. Dimana sektor tersebut mampu berkontribusi hingga 90 persen dari total pendapatan. Sedangkan sektor ritel masih 10 persen. Di Surabaya dengan dibukanya Tokoeset ini kami pasang target bisa meraih pasar hingga 30 persen,” ujarnya di Hi-tech Mall, Kamis (15/12).

Tahun depan, lanjut Chrissie, pihaknya mulai fokus menggenjot penjualan ritel di Jatim dengan membuka toko ritel di Surabaya. Jatim dipilih karena memiliki kontribusi yang cukup bagus dari total pendapatan. Untuk sektor ritel, Jatim mampu berkontribusi hingga 10,2 persen dari total pendapatan. Sedangkan untuk sektor bisnis 9 persen di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Untuk ritel, kata Chrissie, pihaknya membidik segmen sekolah, universitas hingga reseller yang menjamur di Jatim. Pihaknya pun yakin jika sektir tersebut sangat potensial. Pasalnya, selama ini sektor sekolah hingga reseller belum digarap secara sempurna. “Dengan menggenjot penjualan ritel, kami harap tahun depan sektor ini mampu berkontribusi setidaknya hingga 30 persen dari total pendapatan perseroan,” bebernya.

Sementara itu, sepanjang tahun ini pendapatan dari sektor bisnis dan ritel memang sangat timpang. Chrissie menjelaskan, sektor bisnis masih dominan dengan berkontribusi hingga 90 persen dari total penjualan. Sedangakan 10 persen sisanya berasal dari sektor ritel.

“Dengan terus menggenjot penjualan di sektir ritel, kami targetkan tahun depan sektor ini mampu berkontribusi hingga 20 persen dari total pendapatan perseroan,” pungkasnya. (end)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan