Tamu yang masuk ke Hotel Novotel Samator harus scan barcode PeduliLindungi di pintu masuk hotel. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Hotel Novotel Samator  mulai mewajibkan setiap tamu yang datang untuk scan barcode di aplikasi PeduliLindungi.

Pihak hotel di kawasan Surabaya Timur itu memajang barcode aplikasi buatan Kemenkominfo itu di pintu masuk sehingga mereka yang tidak melakukan scan barcode tidak akan diperbolehkan masuk.

Aturan ini bukan hanya untuk tamu yang menginap tapi seluruh tamu yang menghadiri acara di hotel tersebut.

Salah satunya, seperti yang diterapkan di hajatan pernikahan putra Roy Mandala Yoedha, warga Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB) Surabaya, Sabtu (18/9/2021) kemarin.

Operation Manager Hotel Novotel Samator Surabaya, Hendri Ari Perdana mengatakan penerapan ini  dilakukan untuk membantu pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19. “Kami ingin taat aturan demi kondisi yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Roy Mandala Yoedha sebagai pengguna jasa di Novotel Samator mengatakan puas dengan layanan dan penerapan protokol kesehatan di Novotel Samator.

Roy mengaku bersyukur pernikahan  putranya, Rhaka Pinandhika dengan Dinar Rainisha Retnowuri bisa digelar walau dengan prokes ketat. Karena pernikahan itu seharusnya digelar setahun lalu, karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya ditunda.

Karenanya, Roy mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Roy juga membatasi jumlah tamu yang diundang. “Saya mengundang 100 orang, itupun dibagi dua sesi agar  tidak terjadi kerumunan,” tukasnya.

“Sementara hajatan dimulai dengan acara akad nikah dengan khutbah nikah oleh Ustadz Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Dilanjut dengan acara panggih pengantin dengan adat Yogyakarta. Dan diakhiri dengan acara syukuran keluarga.

Disisi lain, mempelai pria Rhaka Pinandhika, SE mengaku senang dan terharu karena bisa melangsungkan akad nikah. Sebab, rencana pernikahan tersebut sempat tertunda satu tahun yang lalu karena kondisi kota Surabaya yang sedang PPKM.

“Alhamdulillah, akhirnya acara pernikahan ini bisa berlangsung meski dalam situasi PPKM level 1. Acara pernikahan ini sudah terjadwal satu tahun yang lalu, karena kondisi PPKM maka kita tunda sesuai himbauan pemerintah,” kata Rhaka saat diwawancara usai akad nikah.

Rhaka berharap, setelah Surabaya masuk PPKM level 1, masyarakat bisa melaksanakan hajatan sesuai prokes yang ada. Sehingga perekonomian kota Surabaya dapat segera pulih dan hidup kembali normal.

“Saya berharap, level 1 ini bisa membawa situasi baik untuk kota Surabaya. Terutama bagi masyarakat semua kembali hidup normal dan perekonomian bisa kembali pulih,” tandasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry