SELALU RAMAI: Salah satu pengunjung Masjid Namira yang betah berlama-lama sehingga masjid selalu ramai dikunjungi masyarakat. (duta.co/ardhy)

LAMONGAN | duta.co– Berada di kota kecil di kabupaten Lamongan Jawa timur Masjid Namira kian lekat di hati masyarakat, terletak di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung lokasi tidak jauh dari tengah kota.

Masjid dengan jamaah salat subuh paling banyak hingga menyampai 1000 orang dan paling sedikit 500 orang tersebut memberikan konsep yang berbeda dengan masjid lainnya.

Termasuk menyediakan tempat kongkow bagi anak muda, bagi anak kecil juga juga di sediakan tempat bermain, buka 24 jam untuk musafir. Boleh rehat dan tidur di teras, untuk yang iktikaf disediakan kawasan tenda untuk menginap tidur.

Eva Rahmalia (36) warga Menganti Permai Gresik yang menyatakan sangat kagum akan keindahaan masjid Namira Lamongan.

“Sungguh sangat indah masjid Namira di waktu malam hari, imamnya sangat fasih dalam membacakan ayat-ayat suci AlQuran,” ungkapnya.

Wanita yang gemar traveling dan sedekah itu juga mengatakan salat di masjid Namira serasa bagaikan sholat di Masjidil Haram.

” Saya sekeluarga sangat terpesona dengan keindahan masjid Namira,” ucapnya.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh warga Banyu Urip wetan Surabaya Minarnie (40) beliau mengatakan ingin segera secepatnya bisa menikmati keindahan masjid Namira yang sudah terkenal di mana-mana itu.

Pihaknya mengungkapkan keinginannya untuk bisa sholat berjamaah di masjid itu, dan bisa melihat lokasi masjid secara langsung.

“Kebetulan lebaran esok saya mudik ke Lamongan Insya Allah saya sekeluarga akan menunaikan salat Idul Fitri di sana,” ujar Minarnie penuh harap.

Perempuan lulusan universitas ternama di Surabaya itu juga menyatakan masjid Namira sudah tidak asing lagi di telinga warga Surabaya, khususnya yang sudah keliling dan berwisata di Lamongan.

” Kayaknya belum lengkap kalau keliling di Lamongan tidak mampir di masjid Namira, ” tuturnya.

Di sisi lain masjid Namira juga sangat menekankan bahwa uang sedekah dari jamaah juga harus kembali kepada jemaah secepatnya, pihak takmir masjid tidak mau ada uang sedekah dari jamaah yang sampai menumpuk di kotak infaq belum tersalurkan.

Takmir masjid menganjurkan saldo infaq itu kalau bisa nol rupiah, dengan pertimbangan kalau masih punya saldo tidak nol rupiah berarti masjid tersebut gagal mempertangung jawabkan amanah dari jamaahnya, uang sedekah dari jamaah harus terus mengalir jangan sampai mandek di kotak infaq. (ard)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.