
SURABAYA | duta.co – Masjid Ash-Shoobiriin di kawasan Rungkut, Surabaya, menghadirkan suasana Ramadan yang hangat dan inklusif dengan merangkul komunitas “Sahabat Ojol”. Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menyediakan beragam fasilitas bagi para driver ojek online yang membutuhkan tempat singgah dan beristirahat.
Berlokasi di Raya Rungkut Mapan FD No.1A, Surabaya, Masjid Ash-Shoobiriin membuka pintu lebar-lebar bagi para jamaah, musafir, dan pengemudi ojek online. Fasilitas yang disediakan tidak sekadar tempat istirahat, tetapi juga akses internet gratis, listrik untuk pengisian daya telepon genggam, hingga takjil dan buka puasa gratis setiap hari.
Ketua Takmir Masjid Ash-Shoobiriin, Muhammad Molik Latief, menjelaskan bahwa masjid memiliki fungsi lebih luas dari sekadar pusat ibadah.
“Masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial. Untuk menyemarakkan Ramadan, kami menyiapkan program takjil dan buka puasa bagi jamaah, musafir, dan teman-teman ojol,” ujarnya.
Setiap hari, panitia menyiapkan sekitar 350–400 porsi makanan berbuka. Khusus akhir pekan, jumlahnya bisa ditingkatkan hingga 500 porsi karena meningkatnya jumlah jamaah. Menu yang disajikan pun bervariasi dan selalu berkuah agar hangat saat disantap, seperti rawon, soto, hingga gulai.

Sebelum salat Magrib berjamaah, panitia membagikan kupon kepada jamaah untuk memastikan pembagian makanan berlangsung tertib. “Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir selalu penuh. Jamaah semakin banyak, terutama saat akhir pekan,” tambah Molik.
Tak hanya berbuka puasa, Masjid Ash-Shoobiriin juga menyiapkan sahur bersama pada 10 malam terakhir Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil. Kegiatan dimulai pukul 02.00 WIB dengan qiyamul lail berjamaah, dilanjutkan zikir dan muhasabah, lalu sahur bersama. Untuk sahur, panitia menyiapkan hingga 1.000 porsi makanan.
Menurut Molik, penyajian makanan menggunakan piring menjadi bentuk penghormatan kepada jamaah. Ia menuturkan kisah seorang donatur yang merasa dimuliakan karena hidangan sahur dan berbuka disajikan dengan layak. “Bagi sebagian jamaah, piring itu adalah simbol kemuliaan dan penghargaan,” ungkapnya.
Salah satu driver ojek online, Lukman, mengaku senang dengan program tersebut. Ia yang baru pertama kali singgah di Masjid Ash-Shoobiriin merasa nyaman seperti di rumah sendiri. “Rasanya senang sekali. Makanannya enak dan gratis. Siapa pun bisa ke sini. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak donatur yang mendukung,” tuturnya.
Melalui program ini, Masjid Ash-Shoobiriin berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan lintas komunitas. Takmir masjid juga mendoakan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta menjauhkan bangsa Indonesia dari berbagai musibah. (gal)





































