SIDOARJO | duta.co – Takmir Masjid Al Ikhlas di Kompleks Perumahan Bluru Permai Kota Sidoarjo, Jawa Timur, membuat terobosan menarik untuk memakmurkan masjid. Menjelang bulan Ramadhan, selain menggelar acara peringatan Isra’ Mi’raj mendatangkan KH Khusen Ilyas, takmir masjid juga memotivasi para jamaahnya agar istiqomah melakukan salat malam. Apalagi sebentar lagi Bulan Ramadhan.
Salah satu yang mendapat apresiasi masyarakat adalah memberi hadiah umrah bagi para jamaah yang rutin salat malam berjamaah di masjid. Takmir masjid biasanya memberi informasi kepada jamaah soal waktu salat malam berjamaah tersebut. Untuk itu, takmir sudah memberangkatkan satu jamaah masjid yang beruntung mendapat hadiah umrah tersebut. Didampingi salah seorang takmir, jamaah tersebut baru saja pulanh dari Tanah Suci.
Salah seorang takmir, Ustad Hartoyo, memuji Ketua Takmir Bapak Anis, yang kreatif dalam memakmurkan masjid. Bapak Anis yang mengomandani jajaran takmir untuk memakmurkan masjid, mulai membangun pintu gerbang yang megah, kantor sekretariat, hingga lantai bermarmer. Bukan hanya secara fisik gedung, tapi juga meningkatkan kulitas spiritual para jamaah.
“Pak Anis juga mengajak jamaah salat malam. Para jamaah yang hadir lalu diberi hadiah umrah bagi yang beruntung sebab diundi. Sekarang Pak Anis tengah berada di Tanah Suci untuk mengantar jamaah yang beruntung mendapat hadiah umrah tersebut,” kata Ustad Hartoyo saat memberi sambutan di acara Isra’ Mi’raj.
Salat malam ini diadakan rutin tiap bulan minggu terakhir. Saat Ramadhan, salat malam akan ditambah sebab Ramadhan bulan penuh ampunan. Penuh berkah dan maghfirah.
Pantauan di Masjid Al Ikhlas, jamaah salat Maghrib, Isya’, dan Subuh memang cukup banyak. Rata-rata sekitar lima shof penuh. Bila dulu jamaah didominasi kalangan lanjut usia, sekarang banyak anak-anak dan remaja juga ikut salat berjamaah saat Maghrib, Isya’, dan Subuh.
Bila para remaja milenial ini semakin diberi tempat di masjid, mereka akan suka ke masjid ketimbang cangkruk di warkop atau tempat-tempat kongkow lain yang cenderung menawarkan kemaksiatan. Karena itu, sejumlah jamaah usul, agar pendidikan agama digencarkan untuk para anak-anak, remaja, maupun orang tua yang butuh pendalaman agama.
“Sangat pesat pembangunan di masjid ini, karena itu sekarang sudah seharusnya takmir memikirkan bagaimana anak-anak dan remaja diberi tempat di sini, mereka bila perlu digiring ke masjid agar rajin beribadah. Saya lihat ada masjid di Surabaya memberi hadiah uang bagi anak-anak yang genap salat Tarawih saat Ramadhan. Ini bisa dicontoh bila memang baik. Bisa pula anak-anak berprestasi di kegiatan madin dikasih reward, guru madin juga dinaikkan gajinya, remaja masjid diikutkan kegiatan peningkatan skill mereka, dan lain-lain,” kata Rohman, warga Malang, yang mampir salat Ashar di Masjid Al Ikhlas.
Ustad Hartoyo sendiri senang dengan banyaknya jamaah salat di masjid ini. “Saya lihat memang rata-rata lima shof. Itu salat Subuh. Bila satu shof 50 orang, ada 250 jamaah. Ini sangat menggembirakan,” katanya.
Masjid Al Ikhlas juga semakin mempercantik kawasan masjid. Selain Masjid Agung Sidoarjo, Masjid Al-Ikhlas memang merupakan masjid favorit bagi warga. Bukan hanya warga perumahan Bluru Permai saja, tapi juga warga lain di Kota Sidoarjo. Bahkan, warga dari kota lain yang bepergian ke Sidoarjo sering mendatangi masjid ini untuk salat bersama rombongannya. Masjid yang bagus dan lahan parkir yang luas menjadi pertimbangan mereka untuk salat di masjid ini sambil sejenak beristirahat.
Takmir masjid berusaha maksimal agar para jamaah bisa terus meningkat baik secara kuantitas alias jumlah jamaah salat –khususnya salat lima waktu–maupun kualitas peningkatan iman dan takwa mereka.
Untuk itu, Takmir Masjid Al Ikhlas selalu meningkatkan pelayanan kepada para jamaah, dengan membuat suasana masjid semakin indah dan nyaman untuk beribadah. Tujuannya agar para jamaah semakin khusyuk sehingga bisa berlama-lama salat, berdzikir, dan berdoa.
Salah satu yang sudah dilaksanakan adalah membangun kantor sekretariat takmir masjid yang representatif. Kantor ini untuk kegiatan administrasi maupun pelayanan kepada jamaah. Selain itu juga merehabilitasi ruangan untuk imam salat yang dulunya kecil sekarang menjadi tinggi dan lebar sehingga lebih megah.
Bukan hanya itu, juga merehab lantai keramik yang sudah usang karena sejak awal pembangunan masjid ini belum pernah diganti. Untuk itu panitia mengganti lantai masjid dengan marmer impor dari Turki yang total biayanya mencapai Rp 700 juta lebih.
Lalu dari mana biaya untuk membangun lantai marmer tersebut? Saat acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas beberapa waktu lalu, salah seorang takmir, Bapak Hartoyo, dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan lantai marmer digagas saat Ramadhan tahun lalu melibatkan semua jamaah masjid Al Ikhlas. Biaya bertambah sebab luas lantai yang dimarmer juga bertambah.
“Semula diperkirakan Rp 600 juta, tapi sekarang biayanya jadi sekitar Rp 700 juta. Pembangunan sudah selesai. Tapi panitia masih berutang kepada seseorang yang ikut membantu pembangunan ini sekitar Rp 183 juta. Karena itu, para jamaah jangan heran bila kotak amal untuk marmer masih tetap di tempatnya, baik di depan masjid, maupun yang ada di pinggir jalan samping kiri masjid. Mohon para jamaah bila ada rezeki lebih dari Allah SWT bisa membantu melunasinya,” kata Ustad Hartoyo. (Gatot Susanto)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.