SURABAYA | duta.co – Payah!  Masjid yang selama ini sudah di-inteli, dicurigai sebagai tempat kampanye, malah dikirimi tabloid politik INDONESIA BAROKAH. Isinya menjelek-jelekkan sesama muslim. Sudah begitu, gerakannya masif, melibatkan duit besar.

“Kami atas nama takmir Masjid Ad-Dzakira Pondok Wage (Sidoarjo red.) merasa sangat prihatin dengan dikiriman tabloid yang tidak menyejukkan, ini sepertinya untuk kepentingan politik praktis, memecah belah umat Islam. Kami berusaha mencegah agar jamaah masjid tidak terprovokasi,” demikian disampaikan pengurus takmir Masjid Ad-Dzakira melalui video singkat yang terbaca duta.co, Jumat (25/1/2019).

Menurut mereka, ini bukan gerakan sembarangan, ini kampanye hitam yang terstruktur, melibatkan dana besar, dan pasti ada otaknya. “Kami berharap aparat penegak hukum bertindak, sehingga ketahuan siapa otaknya. Ini jelas proyek politik melibatkan dana besar, tidak sembarang orang bisa melakukan. Bayangkan, bagaimana mereka bisa dapat alamat Masjid yang jumlahnya ratusan ribu atau bahkan jutaan,” jelas yang lain.

Siapa pemilik INDONESIA BAROKAH, ke mana arah politiknya? Melihat isi tabloid, mudah ditebak. Mereka yang selama ini berusaha mengadu-domba umat Islam. Mereka mengatasnamakan Islam rahmatan lilalamin, tetapi isinya jauh dari rahmat.

Tabloid yang menyantumkan nama Pemred Moch Shaka Dzulkarnaen ini dalam mukadimahnya menulis tagline ‘Membumikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’, katanya, dimaksudkan untuk memberi tambahan pengetahuan tentang Islam yang lembut, jauh dari kekerasan dan radikalitas.

Shaka, sang Pemred, ternyata masih awam dari persoalan Islam itu sendiri. Giringannya menjauhkan dari Islam radikal, sama saja menyebut Islam itu radikal. Apalagi diakui, dalam edisi perdana yang juga disebar versi PDF, ia sengaja mengangkat isu Reuni 212 yang diselenggaran 2 Desember 2018.

Semakin kelihatan politiknya, bahwa, tabloid INDONESIA BAROKAH disebar hanya untuk menjatuhkan nama Prabowo Subianto. Tidak lebih.

BERHARAP otak dan penyandang dananya diketemukan.

Belum lagi kalau mau dibedah satu persatu isinya. Hampir seluruhnya menghantam Prabowo, dengan menuduh Islam radikal. Lihatlah halaman 6, tabloid yang berkantor di Bekasi ini, mengangkat isu ‘Bonyoknya’ Ratna Sarumpaet. Jika dirunut dengan seksama, cara-cara tabloid ini penuh adu domba, menggunakan cara-cara PKI.

Dimusnahkan di Gunung Kidul

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang ditemukan di Gunungkidul untuk segera dimusnahkan. Ia juga meminta untuk tidak disebarkan kepada masyarakat.

“Kalau menurut saya hal-hal yang sifatnya negatif seperti itu (Tabloid Indonesia Barokah) segera dimusnahkan saja,” jelas Ketua BPN DIY yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra DIY, Dharma Setiawan kepada detikcom, Rabu (23/1/2019).

“Jadi misalkan Bawaslu mengundang (timses) kedua belah pihak, karena itu Ngawen ya di Gunungkidul. Kemudian bersama-sama dengan KPU kita musnahkan, sebagai bentuk implementasi dari kesepakatan kita bersama,” lanjutnya.

Dharma mengaku belum mendapatkan tabloid asli ‘Indonesia Barokah’. Namun dari informasi yang dia peroleh, konten tabloid tersebut memang cenderung menyudutkan paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Oleh karenanya, BPN DIY meminta penerbit tabloid Indonesia Barokah segera menarik tabloid kontroversial tersebut dari peredaran. Supaya kemunculan tabloid tersebut tidak membuat gaduh masyarakat.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh kader dan seluruh relawan serta simpatisan paslon 02. Kalau mendapatkan tabloid seperti itu musnahkan saja,” imbuh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY tersebut.

“Enggak usah dilawan dengan genten ngece (balik mencela), genten ngelek-ngelek (balik menjelek-jelekkan), ora usah (jangan), wes dibuang wae (sudah dibuang saja). Hancurkan, kemudian buang,” tutupnya. (mky,net)