HANI : Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional digelar di BNN Kabupaten Kediri (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Dimana peringatan ini dilakukan untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkotika dan obat terlarang. Meski pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, tekad dan semangat dalam berperang melawan narkoba harus terus dilakukan. Hal ini disampaikan Ketua DPD NasDem Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono pada Jumat (26/06).

Menurutnya, peredaran obat-obatan terlarang memang masih menjadi masalah serius yang harus dihadapi bersama. “Apalagi saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi darurat narkoba. Lebih memprihatinkan adalah ketika pelajar sebagai ujung tombak penerus bangsa. Justru menjadi angka penyumbang terbesar penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Penanggulangan bahaya narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh elemen bangsa,” terangnya.

Dalam siaran pers-nya, Kepala BNN Kabupaten Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati, Amk., SH., MM, menyampaikan tema HANI tahun ini adalah Hidup 100% di Era New Normal sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba. “Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Kediri Bersinar (Bersih Narkoba),” tuturnya. Harapannya, keberadaan BNN segera memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), menginggat di Jawa Timur yang belum memiliki Perda itu hanyalah Kabupaten Kediri.

“Dengan hadirnya Wakil Bupati Kediri, H. Masykuri Ikhsan, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, dan Forkopimda lainnya, Insya Allah mendukung BNN dengan adanya Perda P4GN bisa disetujui di tahun 2020,” ungkapnya. AKBP Lilik menambahkan, selama kurun waktu 2 tahun ini, BNN Kabupaten Kediri, telah mengungkap 7 kasus narkotika dengan 10 tersangka, beserta barang bukti hampir 4 ons Sabu-Sabu, 20 gram Ganja, ekstasi dan ribuan double L.

“Yang mana itu dari sisi pemberantasannya, dari sisi pencegahan seksi pencegahan tiada hari tanpa sosialisasi, berikutnya juga kita lakukan tes urine secara mandiri dan berkesinambungan,” jelasnya. Sedangkan seksi rehabilitasi, BNN Kabupaten Kediri sudah melakukan kepada puluhan klien, baik rawat jalan atau rawat inap. “Di dua tahun terakhir ini, kita sudah melakukan rawat jalan sekitar 50 klien. Yang mana kebanyakan adalah di usia produktif,” terangnya. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Kediri stop cuek, bersama bergandengan tangan untuk mencegah dan melawan narkoba. “Para penjahat narkoba ini sudah semakin merajalela dan tidak kenal status. Bisa menyasar ke seluruh lapisan masyarakat, untuk itu tetap waspada. Cegah Corona Lawan Narkoba,” tegasnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry