KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR, JL. RAYA BANDARA JUANDA NO.26, SIDOARJO (ft/kemenagjatim.go.id)

SURABAYA |duta.co – Ada ‘lonceng’ penting dan nyaring  bagi Dr Husnul Maram, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur yang, baru menjabat beberapa bulan ini dari penggiat anti korupsi Jatim, Azhar Suryansyah M, SH.

Menurut praktisi hukum ini, di Kemenag Jatim banyak kebijakan yang janggal, dan itu bisa jadi terkait dengan uang. Bahkan, lembaga ini, menurut alumni Pondok Modern Gontor tersebut, masih menjadi salah satu instansi yang dianggap korup.

“Di Kemenag Jawa Timur ada bau mal-adminitrasi pejabat. Misalnya, ada yang belum waktunya naik jabatan, terpaksa naik jabatan. Ini seharusnya ada tindaklanjutnya. Selain itu, dugaan korupsi di infrastruktur, misal pembangunan KUA, madrasah, pungli haji termasuk dugaan penggelembungan dana Rakerpim di Shangrila,” jelas Azhar kepada duta.co, Selasa (19/10/21).

Menurutnya, dari berbagai dugaan kasus itu, pihaknya sedang mengawal dengan serius. “Ya, semua sedang kita kawal. Tinggal tunggu waktu untuk kita beber ke publik. Karenanya, keberadaan Kepala Kanwil Kemenag yang baru, harus mampu membersihkan oknum pejabat korup,” tegasnya.

Harus Serius

Masih menurut Azhar, Kemenag harus menjadi contoh instansi yang bersih. “Sebagai santri kita malu mendengar dan melihat fakta dugaan korupsi di Kemenag, khususnya Jawa Timur. Umat mendambakan Kementerian Agama yang bersih, jujur, transparan,” terangnya.

Hal senada muncul dari Fadholy, pegiat anti korupsi dari Gerakan Moral Forum Santri Anti Korupsi  (GM FORSAK). “Kita tunggu aksi Kepala Kemenag yang baru. Apakah serius, siap menjadi uswah bagi lembaga lain dalam pemberantasan korupsi? Kita tunggu,” tegasnya.

Masalahnya: Apakah ada data awal yang masuk GM FORSAK? “Oh ya! Ini banyak pengaduan yang sedang kita pelajari, dari dugaan korupsi anggaran pembangunan Madrasah sampai dugaan jual beli jabatan. Kalau masyarakat yang ingin menambahkan data, silakan, kita terima,” tambahnya.

Masih menurut Fadholy, sudah ada sumber dalam Kemenag Jawa Timur sendiri yang sudah membenarkan adanya korupsi dan dugaan jual beli jabatan itu. “Saya yakin, Kepala Kemenag yang baru sudah tahu. Semoga beliau memiliki strategi jitu membenahi lembaganya. Itu harapan kita,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry