PENDIDIKAN : Mas Bup Sidak ujian di SMPN 1 Ngasem (Kintan Kinari Astuti/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Kehadiran Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Wakil Bupati Dewi mariya Ulfa, untuk melihat langsung proses penerapan protokol kesehatan (prokes) terhadap siswa SMP Negeri 1 Ngasem, saat menjalankan Ujian Akhir Semester (UAS). Pemeriksaan suhu badan, tetap memakai masker, menjaga jarak dan selalu cuci tangan mampu diterapkan dengan baik.

Rombongan Mas Bup sapaan akrab Bupati dalam sidak ini, ingin mengetahui langsung pemahaman tentang prokes. Apakah mampu dipahami dan diterapkan dengan baik. Didapat penjelasan dari Andik Yulistyana, Kepala SMP Negeri 1 Ngasem Kabupaten Kediri bahwa pihaknya telah menerapkan prokes, diantaranya setiap satu lokal kelas hanya diisi 12 siswa.

“Pertama cek suhu sama hand sanitaizer, sebelum masuk disemprot. Kemudian diarahkan oleh petugas menuju ke ruangan kelas. Anak – anak kami larang berkumpul dan tetap menjaga jarak, kemudian satu ruang kelas diisi maksimal 12 siswa. Bila ada yang bergerombol akan diingatkan dan kami umumkan tata tertib penerapan prokes,” jelasnya.

Setiap siswa terlihat mengerjakan soal ujian dengan peralatan sendiri yaitu handphone ataupun laptop. Adapun ujian ini terbagi tiga sesi, kecuali untuk hari Jumat dimulai 30 menit lebih awal. Untuk sesi pertama dimulai pukul 07.30 wib – 09.30 wib, sesi kedua pukul 10.30 – 12.30 wib dan terakhir pukul 13.30 – 15.30 wib.

Diterangkan Sujud Winarko, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri bahwa kegiatan ini bukan merupakan pembelajaran tatap muka, namun digelarnya ujian tingkat SMP. “Jadi hari ini bukan pembelajaran tatap muka, ini adalah ujian. Kita mengambil langkah ini karena melihat wilayah geografis. Bila di wilayah Kota Kediri bisa dilakukan dengan daring didukung jaringan mudah dan difasilitasi orang tua yang cukup. Namun beda dengan siswa di kabupaten yang heterogen, solusinya kami dirikan posko untuk pengawasan prokesm,” jelasnya.

Mas Bup Sempat Was – Was

PENDIDIKAN : Mas Bup Sidak ujian di SMPN 1 Ngasem (Kintan Kinari Astuti/duta.co)

Lalu kapan pembelajaran tatap muka akan dimulai? Pihaknya menyatakan belum berani memutuskan menunggu informasi resmi dari Kementerian Pendidikan. “Kalau pelajaran tatap muka kita melihat perkembangan dulu dan informasi dari kementerian. Sedangkan setiap daerah juga berbeda terkait kasus Covid, mungkin Menteri menyampaikan secara general aman tapi kalau kita di daerah belum tentu telah aman,” ungkapnya.

Apresiasi disampaikan Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Kediri menyampaikan pelaksanaan ujian akhir telah berjalan baik. Telah dilakukan sesuai standar prokes. Mas Bup sapaan akrab Bupati, sebenarnya sempat was – was saat pergantian shift dan dimungkinkan terjadi pertemuan antar siswa, rupanya telah diantisipasi pihak sekolah.

“Alhamdulillah ujian akhir di sekolah ini sudah baik tadi saya tanyakan terkait prokes-nya dari pintu depan sudah di cek suhu. Lalu harus menggunakan masker artinya prokes sudah tidak diragukan lagi di SMPN 1 Ngasem. Terus menjadi konsentrasi saya, bagaimana saat pergantian shift antara pertama dan kedua. Ternyata dibuatkan jalur berbeda bagi siswa yang pulang dengan siswa yang baru datang. Jadi tidak akan bertemu karena yang saya takutkan, biasanya siswa kalau ketemu sama temannya akan berinteraksi. Saya takutnya akan ada klaster baru itu yang saya takutkan,’ ucap Mas Bup.

Mas Bup telah meminta Kepala Dinas Kesehatan, kepada seluruh tenaga pengajar untuk diprioritaskan vaksinasi. “Saya minta ke Kepala Dinas Kesehatan untuk vaksin tenaga pengajar. Karena kegiatan belajar mengajar harus segera dimulai tatap muka. Kalau daring terus, banyak siswa keberatan dengan kuota yang harus dikeluarkan. Nanti dilihat setelah selesai ujian dan saya selalu berdoa tidak ada kendala apa – apa, nanti baru kita putuskan,” jelas Mas Bup. (kin/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry