INFLASI : Talkshow digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri (duta.co/humas)

KEDIRI|duta.co -Beberapa upaya dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk mengendalikan inflasi Kota Kediri pada bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H. Hal ini disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam talkshow di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Kamis (16/05/2018).

Narasumber lainnya, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KKPWBI) Kediri Musni Hardi, Kepala BPS Ellyn T. Brahmana, Kepala Disperdagin Yetty Sisworini, Ketua MUI KH. Muhammad Kafabihi Mahrus dan Wakil Kepala Bulog Subdivre V, Deny Kurniawan.

Di bulan suci dan jelang hari raya, sejumlah harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. Sudah bukan rahasia lagi nilai belanja masyarakat untuk kebutuhan pokok, baik membeli ke pasar tradisional ataupun swalayan meningkat. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar selalu bijak dalam berbelanja terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam talkshow tersebut, Abdullah Abu Bakar menjelaskan upaya-upaya apa saja yang diambil Pemerintah Kota Kediri dalam menghadapi momen-momen tertentu yang dapat memicu kenaikan tingkat inflasi. Apalagi TPID Kota Kediri sudah secara massive melakukan beberapa upaya untuk terus mengendalikan inflasi di Kota Kediri.

Langkah pertama dalam mengendalian adalah melakukan rapat koordinasi para pimpinan pemangku kebijakan ( high level meeting ) untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi jelang lebaran.

“Alhamdulillah tahun ini kita diundang oleh di provinsi untuk high level meeting oleh Bank Indonesia. Disana dibahas apa saja yang menjadi kendala,” ujar wali kota akrab disapa Mas Abu.

Mas Abu menjelaskan bahwa pemerintah kota memiliki beberapa kebijakan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Pertama , melakukan Focus Group Discussion dengan pelaku usaha dan pedagang besar.  Kedua , melakukan sidak harga dan stok bahan kebutuhan pokok ke pasar tradisional dan pasar modern serta gudang.

Adapun langkah ketiga, secara rutin melakukan pemantauan perkembangan harga bahan kebutuhan pokok secara berkala melalui website www.siskaperbapo.com. Keempat , melakukan OPM di 46 kelurahan dan tempat umum selama bulan Ramadan, dimana setiap hari ada tiga titik lokasi yang dibagi rata.

Kelima, melakukan operasi pasar di pasar tradisonal kemudian keenam , peningkatan kerjasama government to government , government to business serta business to business . Ketujuh , untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan distribusi barang, Dinas Perhubungan melakukan operasi gabungan bersama Polres Kediri Kota dan Sub Denpom V Brawijaya.

Kedelapan , melakukan kebijakan kepada pasar modern ataupun swalayan untuk memberikan discount . Kesembilan , menjaga ekspektasi masyarakat dengan memberikan informasi kepada masyarakat dan memberikan edukasi kepada ibu-ibu supaya belanja secara hemat dan bijak.

Sementara itu, untuk inflasi walikota muda berusia 39 tahun ini mengungkapkan inflasi di Bulan April sebesar 0,36%. Penyebab inflasi adalah bawang putih karena terkendala larangan import . Namun saat ini pemerintah telah membuka kran import dan sudah mulai didistribusikan.

Untuk saat ini harga bawang putih juga telah turun di harga 35 ribu dari harga 47 ribu. “Itulah pemerintah hadir dan pemerintah mengintervensi agar harga bisa turun dan inflasi bisa turun lagi. Ini sudah beres tapi kita terus lakukan operasi pasar,” pungkasnya. (nng)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.