Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Homonganan.

‎SURABAYA | ‪duta.co‬ – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Homonganan, menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana longsor, khususnya di kawasan Pacet dan jalur Malang–Pujon.

‎Ia menegaskan, perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor, termasuk sejumlah ruas jalan nasional, sangat diperlukan sebagai langkah antisipasi. Pasalnya, longsor tidak hanya berpotensi mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎“Perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor harus dilakukan dinas terkait. Ini salah satu antisipasi untuk mencegah terjadinya bencana,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

‎Selain perbaikan infrastruktur jalan, legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso itu juga menekankan pentingnya normalisasi drainase serta pembersihan sumbatan aliran air di sepanjang jalur rawan.

‎“Normalisasi aliran drainase dan pembersihan sumbatan air di sepanjang jalan juga penting untuk mencegah terjadinya longsor. Selian perbaikan jalan yang ada di titik titik rawan longsor,” lanjutnya.

‎Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah mitigasi longsor yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk penguatan koordinasi antar dinas terkait. “Kita harus bekerja sama untuk mencegah terjadinya bencana,” katanya.

‎Martin juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi kawasan yang rawan longsor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

‎“Masyarakat harus waspada dan berhati-hati saat melalui jalan di kawasan rawan longsor. Masyarakat harus berperan aktif dalam mencegah terjadinya longsor,” katanya.

‎Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dapat menjalin koordinasi yang baik dalam upaya perbaikan jalan dan penanganan titik-titik rawan longsor. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko bencana sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

‎“Dengan perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tutupnya.

‎Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Jawa Timur, terdapat sejumlah daerah yang masuk kategori rawan longsor, di antaranya Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Jember, Mojokerto, Pacitan, Malang, serta kawasan Trenggalek dan Tulungagung. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry