Caption : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, saat menyalami Marta Mila Sughesti kepala sekolah unggulan Garuda (Marta Mila Sughesti for duta.co)

JAKARTA | duta.co – Marta Mila Sughesti, mantan Kelapa Sekolah SMAN 1 Situbondo, SMKN 1 Kendit Situbondo dan SMAN 1 Tanggul, Jember, Jawa Timur, dilantik dan mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah Garuda, di NTT, Kamis 16 April 2026.

Sekolah Garuda sebuah program sekolah unggulan yang digagas pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementrian Pendiditan Tinggi untuk mencetak generasi berprestasi dan berdaya saing global.

Marta Mila Sughesti dilantik dan diambil janji sumpah jabatannya sebagai Kepala Sekolah Unggulan Garuda oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto, di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Gedung D Lantai II Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

Pelantikan Marta Mila Sughesti sebagai Kepala Sekolah Unggula Garuda ini menjadi bukti pengakuan atas pengalaman dan dedikasi panjang dalam dunia pendidikan yang telah dilakukan oleh Marta Mila Sughesti.

Perempuan kelahiran Situbondo ini, satu-satunya dari Jawa Timur yang lolos seleksi Kemendikti Saintek. Selama memimpin SMAN 1 Situbondo maupun SMAN 1 Tanggul, Marta dikenal mampu menghadirkan berbagai inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong prestasi siswa di berbagai bidang.

Dengan pengalaman memimpin di dua sekolah besar di Jawa Timur tersebut, kehadiran Marta sebagai kepala sekolah unggulan tersebut diharapkan mampu membawa Sekolah Unggulan Garuda menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berintegritas.

Caption : Empat Kepala sekolah Unggulan Garuda foto bersama dengan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI

Program Sekolah Garuda sendiri merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mengembangkan sekolah unggulan yang berfokus pada penguatan karakter, prestasi akademik, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto dalam arahannya dihadapan kepala sekolah unggulan Garuda menekankan, bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah konkret untuk memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan akses pendidikan unggul secara lebih merata, sekaligus menjadi bagian dari strategi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

“SMA Unggul Garuda lahir dari kebutuhan untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan terbaik tidak hanya hadir di tempat tertentu. Kita harus memastikan bahwa putra-putri terbaik bangsa, di mana pun mereka dilahirkan, mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” kata Menteri Brian dihadapan 4 kepala sekolah unggulan Garuda.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa peran kepala sekolah merupakan sebagai perintis yang membentuk identitas, budaya, dan arah pengembangan sekolah sejak awal berdiri. Fasilitas yang dibangun harus diiringi jiwa sekolah yang hidup, untuk membentuk budaya yang unggul hingga menanamkan karakter baik.

Selain itu, Mendiktisaintek juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasional sekolah dengan standar tinggi serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya.

“Bangun budaya disiplin, integritas, dan rasa ingin tahu sejak hari pertama. Lakukan percepatan dengan tetap menjaga kualitas, dan jadilah sumber inspirasi bagi para siswa yang akan belajar di SMA Unggul Garuda,” pesan Menteri Brian dalam dalam sambutannya.

Sementara itu, Keterangan yang disampaikan, Marta Mila Sughesti usai dilantik mengatakan, proses seleksi yang dijalaninya menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan besar baginya. “Di tahap awal seleksi administrasi ada sebanyak 532 pendaftar secara nasional, dari jumlah tersebut 229 peserta dinyatakan lolos,” kata Marta.

Ratusan peserta itu, sambung Marta, kemudian disaring kembali berdasarkan kemampuan bahasa Inggris dengan standar minimal IELTS 6,5; TOEFL iBT 81,5; PTE 58,5; dan TOEFL ITP 550, hingga terpilih 58 peserta terbaik. Di mana tujuh diantara menjadi wakil dari Jawa Timur.

“Pada tahap lanjutan, peserta mengikuti tes substansi selama dua jam, dan dilanjutkan dengan tes psikologi di hari kedua, serta presentasi visi-misi dalam bahasa Inggris di hadapan panelis profesional berbagi expert keilmuan dengan durasi sekitar lima menit,” tutur Marta melalui sambungan selulernya.

Seleksi ini, sambung Marta, bukan hanya menguji kompetensi, tetapi juga kesiapan dalam memimpin sekolah berstandar global. Mulai dari administrasi, tes substansi, hingga presentasi dalam bahasa Inggris menjadi proses pembelajaran yang sangat bermakna.

Lebih lanjut, Marta menambahkan, motivasinya untuk mengikuti seleksi didorong oleh komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai learning leader, agen perubahan, dan penggerak ekosistem pendidikan.

“Saya meyakini kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mendorong inovasi, kolaborasi, dan budaya belajar yang kuat,” jelas Marta.

Di tahun pertama Pemerintah Pusat, lanjut Marta, membuka empat Sekolah Garuda Unggul di berbagai wilayah Indonesia timur, yakni di Nusa Tenggara Timur (Soe), Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.

“Saya ikut seleksi ini dan Alhamdulillah lolos. Saya dilantik langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Bapak Brian Yuliarto di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Gedung D Lantai 2 Jl Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta Pusat. Saya ditempatkan menjadi Kepala Sekolah Garuda di Nusa Tenggara Timur, dan saya menjalankan amanah ini dengan baik,” pungkas Marta. (her/vian)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry