KEDIRI| duta.co – Maraknya miras oplosan di Kota Kediri seakan lepas dari pengawasan Kepolisian. Ditegaskan Wakapolresta Kediri, Kompol Andik Gunawan bahwa pihaknya rutin melakukan patroli dan razia.

“Kita tidak mungkin sampai masuk ke lubang – lubang semut, nanti kita buktikan dengan maksimalnya hasil razia dalam gelar pemusnahan barang bukti,” jelas perwira asli kelahiran Kota Kediri, ditemui di Gedung DPRD Kota Kediri, Jumat (16/6/2017)

Tentunya, sejumlah pihak diminta tidak menutup mata dan telinga, dimana kepedulian hati nurani diketuk apalagi di bulan suci ramadan yang penuh berkah. Masih adanya sejumlah warung yang menjual miras, hingga sejumlah anak di bawah umur dengan bebas bisa mengkonsumsi, tentunya menjadi perhatian semua pihak.

“Ini merupakan tugas bersama, jangan saling menyalahkan namun harus sinergi. Bukan hanya Satpol PP, ada Kepolisian dan TNI yang harusnya turut menciptakan keamanan dan kenyamanan warga negara. Tinggal komitmen dan konsekuen atas pekerjaan dan tanggung jawab yang disandangnya,” jelas KH. Imam Yahya Malik, Ketua Dewan Penasihat GP Ansor Kota Kediri, Pengasuh Ponpes Al – Ma’ruf Kedonglo.

Bila jajaran Kepolisian kerap melakukan razia di sejumlah warung, maka di jajaran Satpol PP justru sering melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat sejumlah anak muda berawal membuat onar namun setelah diperiksa kedapatan membawa miras.

“Kewenangan kami melakukan penindakan dan menciptakan keamanan kenyamanan warga Kota Kediri sesuai Perda Sapu Jagad disetujui pemerintah kota,” tegas Nur Khamid, Kabid Trantibum Satpol PP.

Selain razia, kini tanggung jawab berada di pundak Polri, untuk mendapatkan informasi siapa otak di balik maraknya peredaran miras di Kota Kediri.

“Seharusnya polisi bergerak cepat, jika mengacu perda miras yang dikeluarkan Tahun 1983, tidak ada jaminan dikurangi. Jika hanya sekedar razia kemudian terlihat barang buktinya banyak saat pemusnahan, itu bukan perkara sulit,” jelas mantan Ketua DPRD Kota Kediri, Bambang Harianto saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Kompol Andik Gunawan memastikan miras tersebut dibeli dari luar kota dan ada sejumlah warung yang memang sengaja mengoplos sendiri untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak.

“Indikasinya sejumlah warung sengaja membeli miras kemudian dioplos sendiri untuk mendapatkan keuntungan lebih. Namun jika beli bahan mentah kemudian dioplos, kami tegaskan tidak ada toko atau warung yang melakukan praktik tersebut,” jelas Wakapolresta Kediri. (nng)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan