CABUP : Mantan Dandim Kediri, Kol. Inf. Heriyadi bersama istri Rusmiati (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Seiring kabar mundurnya Wakil Direktur Umum dan SDM PT. Gudang Garam.Tbk Kediri, Slamet Budiono dalam bursa Calon Bupati Kediri dalam Pilkada Serentak akan digelar tahun depan, muncul sosok baru tidak asing bagi warga Kediri.

Lelaki asal Makasar baru selesai menempuh Program Studi S3 di Universitas Brawijaya Malang, Kolonel Inf. Heriyadi, menyatakan siap mencalonkan diri sebagi calon bupati.

Selain Pak SB, nama Abah Heriyadi sebutan akrabnya saat menjabat Dandim 0809 Kediri kini mencuat di sejumlah kalangan. Sosok perwira, pernah menangani dua peristiwa besar salama berdinas. Kejadian pertama saat bertugas di Kodam Iskandar Muda Aceh. Saat sebagai Kasatgas Penerangan, terjun langsung menanggani musibah Tsunami menelan ribuan nyawa melayang, pada 26 Desember 2004.

Kejadian kedua saat dirinya menjabat Dandim Kediri, terang alumnus S2 Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada (UGM), pada 13 Februari 2014 terjadi Erupsi Gunung Kelud.

“Kejadian erupsi begitu cepat dan berkat kewaspadaan serta kesigapan instansi terkait, akhirnya semua warga bisa terevakuasi dan tidak ada jatuh korban nyawa,” ungkapnya mengenang masa itu.

Atas kejadian inilah, kemudian sejumlah wartawan, relawan dan para prajurit TNI menyebutnya Mr. Zero, karena berhasil memimpin evakuasi dengan cepat dan tepat.

“Banyak kenangan di Kediri, dan bagaimana saya sangat bahagia bisa berdinas di sana. Sebelumnya saya kenal karena produk rokok dan tim tenis meja yang didukung PT. Gudang Garam,” terangnya.

Disinggung kabar apakah dirinya maju dalam Pilkada Serentak? Bila memang ada partai yang mengusungnya dan pimpinan Mabes TNI memberikan ijin, merupakan mimpi besar ingin kembali mengabdikan dirinya untuk warga di Kabupaten Kediri.

“Terlalu banyak kenangan, Kediri bagaikan rumah kedua kami. Warganya sangat ramah dan memiliki jiwa toleransi tinggi,” ucapnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry