Anton Ponijan Kepala Desa Watualang Kecamatan/Kabupaten Ngawi (mifta/duta.co)

NGAWI | duta.co – Kurang lebih 7 bulan umur bangunan pasar tradisional Desa Watualang Kecamatan Ngawi, setelah diresmikan pada, (15/2/2021) hingga saat ini belum diserah terimakan oleh pihak Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperindag Naker) pada desa setempat.

Proyek tersebut dibiayai APBD Kabupaten Ngawi 2020 senilai Rp1 milyar 864 juta itu, dikerjakan CV Mega Brilliant, pengawasan dari CV Global Mandiri Konsultan, kondisi bangunan mangkrak, rabat lantai rusak retak-retak dan mengelupas. Disisi lain, pedagang berharap agar pasar desa segera dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Pengennya segera dapat menempati pasar, agar jualan tidak dipinggir jalan tapi katanya mau dibangun lagi kios dan lapak untuk tempat berdagang,” ungkap Sutiani, warga sekitar bangunan pasar. Rabu, (22/9/2021)

Hal senada juga di ungkapkan kepala desa watualang Anton Ponijan. Dikatakannya, pasar tradisional desa setempat belum dapat digunakan sesuai fungsinya, akibat terdampak pandemi Covid-19, sehingga pembangunan tahap ll tidak terealisasi.

Anton berharap, pembangunan pasar tradisional desa watualang agar segera direalisasikan, mengingat saat ini Kabupaten Ngawi berada dilevel 2 dalam pencegahan penyebaran Virus Covid-19, dan warga bisa menempatinya untuk berdagang.

“Kami mewakili pemdes setempat berharap supaya segera dilaksanakan pembangunan pasar tradisional tahap ll, dan masyarakat segera bisa menempati pasar baru ini,” pungkas Anton berharap. mif

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry