LARIS : Pak Suroso (53 tahun), dengan produk sayurnya di lahan kosong dan tanah sekitar makam. (dok/duta)

MALANG | duta.co –  Bertanam sayuran bisa dimana saja memanfaatkan lahan kosong yang ada di Kota sekalipun. Adalah Pak Suroso (53 thn), sehari-hari mengurus lahan kosong dan tanah sekitar makam untuk ditanami sayuran. Berawal dari kepeduliannya melihat tanah kosong yang tidak terawat, beliau menjadi suka bercocok tanam.

Karena minat dan kegigihannya merawat tanaman, Nutrisia, Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Zakat di Kelurahan Bakalankrajan, mengajak beliau untuk bergabung dalam pembinaan ekonomi melalui kegiatan Urban Farming.

Sejak tahun 2021, Rumah Zakat aktif dalam membina warga Kelurahan Bakalankrajan khususnya RW 5 untuk bertanam sayur organik dengan metode urban farming. Alhamdulillah, setelah bergabung dengan pembinaan dari Rumah Zakat, Pak Suroso bisa panen hasil sawi daging organiknya, bahkan sampai mendapatkan omset sekitar 400rb per sekali panen di satu kebun saja.

“Matur nuwun Rumah Zakat, selain diberikan modal usaha, kami juga di bina dan didampingi serta di sambungkan dengan mitra untuk menyerap hasil kebun. Alhamdulillah.” Ucap Pak Suroso.

Dengan pendampingan bisnis dan juga membuka jaringan penjualan sayur organic, hasil panen Pak Suroso nantinya bisa di kirim ke supplier sayur organik untuk memasok kebutuhan sayur organik di malang raya maupun wilayah Surabaya dengan komoditas utama yang beliau rawat adalah sawi daging. Oleh karena itu, saat ini beliau begitu serius menekuni perawatan sayur organic di 3 kebun urban farming di wilayah Bakalankrajan. Selain itu yang menarik, beliau juga sedang Bersama-sama dengan mitra Rumah Zakat sedang melakukan pengembangan produk dengan memakai pupuk dari hewan kelinci.

“Ini kami mencoba mengembangkan macam-macam pupuk untuk tanaman organik, di kebun Pak Suroso. Beliaunya semangat, semoga nanti hasil panen nya bagus. Terima kasih supportnya Rumah Zakat.” Jelas Pak Hary, selaku mitra pemberdayaan Rumah Zakat dari Unit Usaha Kitri Ayu Farm di wilayah Sukun Kota Malang.

Bukan hanya sekedar bisnis, namun program Ekonomi dari Rumah Zakat ini juga berfokus pada kegiatan sosial. Dari hasil panen kebun tersebut, juga diambil untuk menambah kebutuhan PMT bagi lansia dhuafa di wilayah sekitar Bakalankrajan.

Sehingga manfaat dari pemberdayaan bukan hanya dirasakan oleh Pak Suroso, tapi beliau juga bisa membantu lansia dhuafa di sekitar rumah beliau yang membutuhkan tambahan PMT. Program ini juga mendapat apresiasi dari Ibu Henny selaku ibu RW 5.

“Terima kasih, jadi bisa untuk membantu warga juga. Manfaatnya banyak. Barakallahufikuum untuk Rumah Zakat dan donatur. Kami senang ada program seperti ini di wilayah RW kami.”

Semoga dengan bertambahnya anggota dan juga kemitraan, akan semakin meningkatkan jumlah panen sayur dan meluaskan manfaat baik bagi anggota maupun masyarakat di desa.  imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry